5 Mitos Investasi Reksadana yang Patut Anda Pahami Kebenarannya – BeritaPrima.com

5 Mitos Investasi Reksadana yang Patut Anda Pahami Kebenarannya

Perkembangan investasi reksadana di masa kini memang mengalami peningkatan yang signifikan. Kendati demikian, rupanya peningkatan tersebut belum sebanding dengan jumlah masyarakat yang masih enggan berinvestasi. Faktanya, masih banyak masyarakat yang merasa bahwa investasi reksadana rentan menyebabkan kerugian.

Hal tersebut bisa terjadi karena pengaruh mitos-mitos keliru seputar investasi reksadana. Masyarakat yang mempercayai mitos tersebut akhirnya tidak mempercayai jenis investasi ini sebagai solusi keuangan. Mulai sekarang, Anda harus memahami fakta di balik 5 mitos investasi reksadana berikut ini. Agar Anda menjadi bagian dari masyarakat yang lebih cerdas menata kondisi finansial dengan cara yang benar.

Risiko Investasinya Sangat Besar

Jangan langsung percaya dengan mitos yang menyebutkan bahwa reksadana adalah investasi yang risikonya besar. Karena ada 4 jenis pilihan reksadana yang ukuran risikonya berbeda-beda, yaitu reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham.

Reksadana pasar uang adalah jenis investasi yang risikonya lebih kecil dibandingkan dengan tiga jenis reksadana lainnya. Meskipun peluang keuntungannya juga kecil, tetapi jenis reksadana ini cocok bagi Anda yang baru ini belajar berinvestasi. Sementara itu, reksadana saham adalah jenis investasi yang risikonya tergolong paling besar dan lebih cocok bagi para investor yang sudah mahir mengelola reksadana.

Hanya Ahli Investasi yang Bisa Melakukannya

Anda tak harus menjadi ahli investasi jika ingin memulai investasi di bidang reksadana. Pengelolaan reksadana kini semakin mudah. Anda juga dapat memanfaatkan bantuan dari manajer investasi. Selanjutnya, manajer investasi akan membantu Anda menempatkan modal pada instrumen reksadana yang tepat. Hasil investasi tersebut akan dilaporkan kepada Anda secara berkala. Sehingga Anda tak perlu repot-repot mengelolanya sendiri jika Anda memang belum mahir atau tidak punya waktu senggang.

Investasi Reksadana Butuh Modal Besar

Siapa bilang investasi reksadana membutuhkan modal besar. Kini banyak lembaga penyedia investasi reksadana yang bisa mempermudah Anda. Modal awal rekening reksadana hanya berkisar di angka puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah. Dengan modal awal tersebut, Anda sudah berkesempatan membeli unit-unit reksadana yang potensi keuntungannya besar. Bila nanti Anda sudah memiliki dana tambahan, Anda bisa mengalokasikannya untuk memperbesar nilai investasi reksadana Anda.

Anda Bisa Bangkrut Karena Investasi Reksadana

Mitos yang satu ini biasanya paling membuat orang jadi enggan berinvestasi reksadana. Sebenarnya kebangkrutan tidak mudah terjadi jika Anda cermat mengelola kondisi finansial. Anda harus menggunakan dana yang tidak sedang Anda butuhkan ketika memutuskan untuk mulai berinvestasi. Dengan demikian, penggunaan dana tersebut tak akan mempengaruhi kondisi finansial Anda secara keseluruhan. Karena Anda masih memiliki dana lainnya untuk kebutuhan rutin dan tabungan. Selain itu, memilih investasi reksadana yang minim risiko juga akan membuat Anda terhindar dari risiko kebangkrutan.

Investasi Reksadana Rawan Penipuan

Tak dapat dipungkiri bahwa hingga saat ini masih banyak oknum tak bertanggung jawab yang menipu dengan kedok investasi reksadana. Anda sendiri yang harus waspada terhadap hal-hal tersebut. Pastikan bahwa Anda mempercayakan modal pada lembaga penyedia reksadana yang diakui dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Risiko tertipu oleh lembaga berkedok penyedia reksadana pun dapat diminimalkan.

Pengetahuan yang memadai tentang reksadana adalah modal utama untuk mendapatkan keuntungan maksimal. Mulai sekarang, jangan malas mencari informasi mengenai investasi reksadana. Dapatkan manfaat finansial dari investasi reksadana yang Anda miliki jika Anda sudah memulainya dari sekarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *