Apa Saja Tahapan Perkembangan Anak Usia Lima Tahun? – BeritaPrima.com

Apa Saja Tahapan Perkembangan Anak Usia Lima Tahun?

BeritaPrima.com – Perkembangan anak mencapai masa keemasan ketika anak itu usia 0 – 8 tahun. Pada masa keemasan tersebut anak mencapai berbagai macam perkembangan yang akan sangat mempengaruhi kehidupan anak di masa depannya. Anak yang sedang berada pada masa keemasan akan sangat peka terhadap informasi dan pengaruh dari luar. Masa keemasan anak sendiri tidak akan berulang pada usia selanjutnya. Masa keemasan yang tidak berulang pada masa selanjutnya menjadikan orang tua harus ekstra perhatian terhadap perkembangan anak 5 tahun yang adalah pada masa keemasan.

Pada saat anak berusia 2 – 7 tahun mereka akan mengalami berbagai perkembangan. Pada tahapan tersebut kemampuan anak dalam menerima rangsangan sudah muai berkembang, meskipun masih sangat terbatas. Pada masa ini anak sudah mulai bisa memahami dan mengungkapkan pikirannya melalui bahasa. Anak juga sudah mulai memiliki kemampuan menyadari waktu dan ruang meskipun masih terbatas kemampuan menyadarinya.

Anak pada saat memasuki usia 2,5 – 5 tahun memiliki perkembangan bahasa yang mulai berkembang dengan baik. Perkembangan kemampuan bahasa anak pada usia 2,5 –  5 tahun bisa dioptimalkan dengan cara mengajari mereka untuk mulai latihan membaca. Anak pada usia 2,5 – 5 tahun akan mengalami perkembangan yang baik dibidang bahasa jika ia dilatih membaca dengan nyaring. Anak dapat dilatih untuk membaca buku cerita. Membaca dengan nyaring akan membuat anak meningkat kemampuan bunyi bahasanya.

Bagi orang tua, perkembangan sosio – emosional anak adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan anak di masa depan. Anak pada usia 4 – 5 tahun mulai memiliki kemampuan mengambil inisiatif untuk tindakan yang akan dilakukan. Pada masa anak berusia 4 – 5 tahun anak sering memiliki keinginan – keinginan yang tidak selalu disetujui oleh orang tua maupun oleh gurunya. Respon orang tua dan guru terhadap keinginan – keinginan anak akan mempengaruhi perasaan anak.

Keinginan anak yang tidak disetujui oleh orang tua maupun guru akan menjadikan anak merasa bersalah. Orang tua maupun guru sebaiknya mendukung apa yang diinginkan oleh anak. Orang tua maupun guru yang mendukung apa yang diinginkan oleh anak akan memberikan dampak yang baik bagi anak. Anak bisa memiliki perkembangan yang baik jika orang tua maupun guru mendukung apa yang diinginkan oleh anak.

Orang tua maupun guru diharapkan memberikan kebebasan anak untuk bereksperimen dengan lingungannya. Orag tua maupun guru sebaiknya menanggapi pertanyaan – pertanyaan yang dilontarkan oleh anak. Anak yang keinginannya didukung oleh orang tua maupun gurunya, serta orang tua maupun guru meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan anak, maka akan menjadikan perkembangan sosio – emosional anak menjadi baik. Hal yang sebaliknya, jika orang tua maupun guru selalu menghalang –halangi keinginan anak, serta tidak menanggapai pertanyaan anak akan menjadikan anak selalu merasa bersalah. Anak akan mengangap pertanyaan atau apa yang dilakukannya tidak ada artinya.

sumber: https://mutiarabijaksana.com/2014/07/07/sebaiknya-anda-tahu-psikologi-anak-usia-dini/

 

(Visited 23 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *