Berkat Kulit Udang, Mahasiswi ITS Menang Lomba Di Makau – BeritaPrima.com

Berkat Kulit Udang, Mahasiswi ITS Menang Lomba Di Makau

BeritaPrima.com, Surabaya – Kabar gembira datang dari event Macau International Innovation and Invention Expo 2016.

Mahasiswi jurusan Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Tunjung Rahmawati, berhasil membawa pulang medali emas atas karya inovasinya.

Prestasi diraih dari ajang berlangsung tiga hari mulai 8 Juli 2016 tersebut menambah deretan panjang prestasi sivitas akademika ITS di kancah internasional.

Karya mengantarkan Tunjung Rahmawati medali emas itu berjudul Fabrication of Chitosan-based Membrane for Salt Removal.

Tunjung menggunakan limbah kulit udang yang diubah menjadi membran kitosan.

Membran tersebut kemudian digunakan mengurangi kadar garam dalam air.

“Setelah melakukan uji salinitas, membran tersebut terbukti efektif mengurangi kadar garam hingga 75 persen,” katanya.

Tunjung mengungkapkan untuk merampungkan karya tersebut, ia melakukan penelitian sekitar tiga bulan.

“Penelitian ini saya mulai dari April 2016 hingga akhirnya selesai Juni 2016,” ungkapnya.

Meski telah meraih medali emas, Tunjung mengakui penelitiannya masih belum sempurna.

“Awalnya saya berniat melakukan penelitian karakterisasi material untuk mengamati struktur morfologi membran buatannya. Namun, karena waktu yang mepet, saya pun mengurungkan niat dan mengganti rencana,” tuturnya.

Meski demikian, karya penelitian tersebut dapat ia rampungkan tepat waktu.

Tunjung bersaing dengan puluhan peneliti dari berbagai dunia, yaitu Indonesia, China, Hongkong, Taiwan, Belanda, Polandia, dan beberapa negara lainnya.

Juri kompetisi, lanjut Tunjung, sangat tertarik dengan ide dan peluang implementasi karya dirinya.

“Para juri sangat tertarik dengan inovasi yang unik dan memiliki nilai implementasi tinggi. Hal itulah yang membuat saya berhasil mendapatkan medali ini,” lanjut gadis kelahiran Klaten, 28 Juli 1995.

Tunjung yakin mahasiswa dari ITS mampu bersaing di kancah internasional. Karya penelitian mahasiswa ITS tak kalah dari penelitian mahasiswa asing.

“Asal dikerjakan dengan baik dan percaya diri saat menyampaikannya di presentasi, pasti bisa juara,” pungkasnya. (feb)

(Visited 74 times, 1 visits today)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *