Atasan Bicara Tentang Bripka Seladi, Polisi Pemulung Yang Patut Ditauladani – BeritaPrima.com

Atasan Bicara Tentang Bripka Seladi, Polisi Pemulung Yang Patut Ditauladani

BeritaPrima.com – Kegiatan Bripka Seladi (57) sebagai pemulung sampah selama ini atas sepengetahuan atasan. Selama ini, kegiatan memulungnya tidak mengurangi kedisiplinan, integritas, loyalitas terhadap pekerjaan.

Kasat Lantas Polres Kota Malang AKP David Triyo Prasojo selaku atasan mengaku sejak awal sudah mengamati penampilan sederhana Seladi. Bahkan di sebuah apel, dia pernah meminta para personel untuk mencontoh kesederhanaan ayah empat anak tersebut.

“Beliau menjadi sosok teladan kami secara pribadi, juga untuk rekan-rekan anggota yang lain. Hal-hal yang bisa diambil dari beliau adalah kerja keras, kesederhanaan beliau dan metal beliau yang sangat kuat,” kata David di kantornya, Jumat (20/5).

Selama dalam kepemimpinannya, kata David, kinerja Seladi patut dibanggakan. Kedisiplinan, integritas, loyalitas terhadap pekerjaan, sama sekali tidak terganggu oleh aktivitasnya sebagai pemulung.

“Kami selama ini mengetahui kegiatan Pak Seladi dalam mencari penghasilan tambahan atau sampingan untuk keluarganya. Pimpinan Polres Kota Malang (Kapolres) mengapresiasi tindakan beliau, yang pasti kegiatan beliau tidak mengganggu kedinasan dalam memberikan pelayanan pada masyarakat,” katanya.

Secara keseharian, Seladi cukup baik dalam melaksanakan tugas dan komunikasi dengan teman-temannya. Selama David menjabat Kasat Lantas, keadaannya sudah seperti yang sekarang ini.

“Setahu saya sejak 2006, tetapi saya di sini sejak 2014. Saat saya di sini, beliau sudah melakukan kegiatan itu. Beliau banyak yang mengapresiasi,” katanya.

Seladi sehari-hari bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Kota Malang. Setiap pagi berkantor di Satpas Polresta Malang menguji masyarakat yang mengurus SIM. Di sela waktunya, dimanfaatkan untuk memulung sebagai penghasilan tambahan.

Atas profesi dan kejujurannya itu, tanggapan orang di sekitarnya berbeda-beda. Para atasannya banyak yang mengapresiasi, tetapi suatu waktu juga pernah ditanya-tanya.

“Beda-beda. Ada teman-teman yang enggak enak juga. Tapi saya enggak ngreken. Ada omongan apa saya enggak peduli. Kenapa harus malu, ini rezeki juga,” katanya. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *