Diduga Gabung ISIS, Mahasiswa Unair Ini Pernah Juara Olimpiade Astronomi – BeritaPrima.com

Diduga Gabung ISIS, Mahasiswa Unair Ini Pernah Juara Olimpiade Astronomi

BeritaPrima.com, Surabaya – Zefrizal, Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya yang dikabarkan bergabung dengan ISIS adalah mahasiswa yang cerdas.

Pemuda kelahiran Trenggalek 30 Desember 1993, pernah menjuarai lomba Olimpiade Astronomi di Ukraina tahun 2007 saat masih duduk di bangku SMPN Trenggalek.

Dari penelusuran, diketahui pemilik nama lengkap Zefrizal Nanda Mardani berangkat ke Simeiz, Tepi Laut Hitam, Crimea, Ukraina pada 28 September 2007.

Saat itu, Zefrizal berangkat mewakili tim nasional Indonesia untuk mengikuti International Astronomy Olympiad ke XII bersama Anas Maulidi Utama, dari SMPN 1 Sumenep, Madura, Jawa Timur dan Veena Salim, dari SMP Methodis 3, Medan, Sumatera Utara.

Direktur Akademik Unair, Prof Dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih mengatakan, Zefrizal masih tercatat sebagai mahasiswa Unair tahun ajaran 2012/2013. Zefrizal masuk ke Fakultas Kedokteran Unair melalui jaur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Selama dua semester terakhir, yakni ganjil dan genap tahun 2015/2016 yang bersangkutan belum melakukan registrasi ulang. “Kami dari pihak FK dan akademik Unair sudah menghubungi orang tua dan anaknya, baik lewat telepon maupun SMS. Tapi, tidak ada tanggapan,” katanya.

Bahkan, pada status keterangan peringatan, pihak akademik dan FK mengingatkan registrasi ulang lewat melalui SMS kepada Zefrizal pada 27 Oktober 2015.

Dalam catatan akademik, Zefrizal merupakan sosok pemuda yang cerdas. Pada awal masuk kuliah, Zefrizal mendapatkan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,58. IPK tersebut bertahan hingga dua tahun pertama. Namun, pada tahun ketiga di semester ganjil, IPK-nya turun menjadi 2,96. “Terakhir pada semester genap 2014/2015, IPK-nya 2,2 dan kemudian tidak ada lagi kabar kuliahnya,” pungkasnya.

Sementara, Ketua Pusat Informasi dan Humas Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo mengatakan, kasus tersebut sudah lama. Pasalnya, yang bersangkutan sudah dua semester tidak melakukan daftar ulang. Pihak kampus telah mengkofirmasi namun tidak diketahui keberadaanya.

“Ya kerena sudah dua semester tidak daftar ulang maka konsekwensinya adalah di-DO,” kata Suko.

Suko juga mengatakan, Zefrizal diketahui pernah kos di Kedung Sroko Gang III nomor 20 Surabaya. “Itu yang dulu pernah heboh. Dia yang kos di kawasan Kedung Sroko,” tambahnya. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *