Ditilang Polwan, Anggota DPRD OKU Ini Ngamuk – BeritaPrima.com

Ditilang Polwan, Anggota DPRD OKU Ini Ngamuk

BeritaPrima.com, Makassar – Suasana razia lalu lintas di simpang empat Pasar Atas, Batu Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu mendadak ramai. Pasalnya, terjadi adu mulut antara perwira Polwan dengan Anggota DPRD OKU Mirza Gumay yang menolak ditilang. Keduanya bersitegang dan berbicara dengan nada tinggi hingga jadi tontonan warga sekitar.

Mirza Gumay mengaku tersulut emosi karena ucapan polwan tersebut. “Memang saya ngamuk, tapi bukan karena saya marah ditilang. Tapi lantaran mengatakan ‘anggota dewan tidak ada etika’. Ucapannya telah menghina institusi DPR,” tegasnya.

Kata Mirza, dirinya tak akan reaktif jika tudingan tersbut hanya ditujukan padanya. “Tapi yang dihinanya institusi,” kesalnya.

Menurut politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kejadian berawal saat dirinya memakai kendaraan dinas Nissan Xtrail yang platnya belum keluar.

“Mungkin gara-gara itu distop oleh petugas yang sedang melaksanakan razia lalu lintas,” jelasnya.

Polwan tersebut tak terlebih dulu meminta pengemudi meminggirkan mobil, namun tanpa senyum, sapa dan salam langsung menanyakan kelengkapan surat. “Saya bilang nanti dulu, ini mobil kantor dan saya mau ke kantor,” urainya.

Dari sanalah menurut Mirza, langsung terlontar komentar yang dianggapnya menghina institusi kedewanan. “Kalau dia bilang bapak atau Anda tidak punya etika saya tidak masalah. Lah ini dia menyebut anggota dewan tidak beretika. Artinya dia menghina lembaga. Jelas saya tersinggung, dan saya ajak ribut mereka,” katanya.

Menurutnya lagi, razia kali itu juga kurang prosedural karena tak dilengkapi plank tanda razia. “Biasanya kan petugas yang merazia mesti memberitahu dulu dan mengatakan pada yang terkena razia bahwa pihaknya sedang merazia. Kemudian bilang dulu, selamat pagi atau maaf Pak, perjalanan anda terganggu, mohon perlihatkan surat suratnya. Tidak langsung labrak saja,” katanya.

Atas insiden ini, pihaknya akan mengirim undangan klarifikasi atau koordinasi ke Polres OKU, untuk kemudian mempertemukannya dengan Komisi I DPRD. “Kami akan layangan undangan ke Polres untuk mengclear-kan persoalan ini,” pungkasnya. (ren)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *