Duh, Dana Bedah Rumah Untuk Warga Miskin Disunat! – BeritaPrima.com

Duh, Dana Bedah Rumah Untuk Warga Miskin Disunat!

BeritaPrima.com, Jombang – Program bedah rumah untuk masyarakat miskin di Jombang berujung masalah. Betapa tidak, anggaran yang dikucurkan oleh Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) melalui Bantuan Stimulan Perumahan Rakyat (BSPS) tersebut disunat oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Sedianya, warga miskin mendapatkan anggaran Rp 10 juta untuk program teraebut, namun realitas di lapangan mereka hanya menerima Rp 8,5 hingga Rp 9 juta. Praktis terjadi pemotongan yang jumlahnya bervariasi, yakni antara Rp 1 hingga Rp 1,5 juta.

Kondisi itu salah satunya dialami oleh Rubianto (53), warga Desa Mojojejer, Kecamatan Mojowarno. Karena itu pula, meski menerima program sejak 2015, proses pembangunan rumahnya hingga kini masih terbengkalai. “Uangnya tidak cukup. Karena dipotong Rp 1 juta untuk biaya administrasi,” ujar Rubianto, Selasa (9/8/2016).

Bukan hanya Rubianto yang mengalami pemotongan, namun sebanyak 27 warga Desa Mojojejer yang menerima bantuan bedah rumah juga mengalami nasib serupa. “Kalau ditotal pemotongan itu sekitar Rp 40 juta. Karena ada 27 warga yang menerima bantuan bedah rumah,” katanya.

Dia menambahkan, bantuan tersebut tidak semuanya diberikan dalam bentuk uang. Sisa Rp 9 juta tersebut diberikan berupa material atau bahan bangunan. Rinciannya, bata merah sebanyak 3 ribu biji, semen sebanyak 15 sak, pasir satu dum truk, termasuk juga untuk ongkos pekerja.

“Semuanya tidak ada bukti. Kita tidak diberika kuitansi pembelian bahan bangunan. Material bangunan tersebut kualitasnya sangat jelek. Penanganan dihandel langsung panitia desa,” katanya menambahkan.

Hal serupa juga dialami Ida Purwaningsih (43), warga lainnya. Rumah Ida sudah berubah dari dinding bambu menjadi bata berkat program bedah rumah. Hanya saja, proses pembangunannya juga berhenti di tengah jalan karena kekurangan anggaran.

“Dari anggaran Rp 10 juta, dipotong Rp 1,5 juta. Jadi saya hanya menerima senilai Rp 8,5 juta dalam bentuk bahan bangunan,” ujar Ida sembari menunjuk rumah yang dimaksud. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *