Duh, Sapi Di Pacitan Diduga Ada Yang Terpapar Bakteri Anthrax – BeritaPrima.com

Duh, Sapi Di Pacitan Diduga Ada Yang Terpapar Bakteri Anthrax

BeritaPrima.com, Pacitan – Jelang pelaksanaan Idul Adha, seekor sapi di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur diduga terpapar bakteri antrhax. Sejumlah warga langsung melakukan langkah dengan memendam dan membakar sapi tersebut.

“Sapi yang jadi korbannya hanya satu,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Rabu kemarin.

Pakde Karwo—sapaan Soekarwo—mengatakan, sapi yang diduga terpapar anthrax ini awalnya mati tiba-tiba. Selain itu juga mengalami luka-luka di sekujur tubuh mirip gejala antrhax. Ia menambahkan bahwa sapi tersebut akan disembelih namun karena dicurigai antrhax akhirnya dikubur.

“Tadinya sapi itu disembelih, tapi karena dicurigai anthrax, ya langsung dikubur terus disemen, tanah yang buat ngubur dibakar,” ujarnya.

Adanya dugaan terpapar bakteri antrhax membuat Dinas Peternakkan Provinsi Jawa Timur mengecek kondisi ternak di Kabupaten Ponorogo, Trenggalek, Madiun, Pacitan dan Tulungagung. Untuk antisipasi penyakit antrhax, Pemprov Jatim menyiapkan anggaran sebesar Rp2,5 miliar.

“Dulu tahun 1980 pernah ada anthrax, dan baru kali ini ditemukan lagi di Jatim,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur sendiri menganggarkan Rp 2,5 miliar untuk pemberantasan dan pengecekan ternak di seluruh daerah Jawa Timur yang dicurigai anthrax.

“Alhamdulillah, sudah bisa dikatakan tidak ada dugaan kasus anthrax di daerah lain tapi kami tetap waspada,” tuturnya.

Sebelumnya, sejumlah ternak sapi milik wagra Desa Cemeng, Kecamata Donorojo, Kabupaten Pacitan mati mendadak. Kejadian itu lalu merambah Kecamatan Pringkuku.

Sapi milik kelompok tani di Desa Pringkuku dan Ngadirejan juga mati dengan gejala mirip anthrax. Penularan diduga terjadi akibat seekor sapi terjangkit yang dibeli dari luar daerah dan di sembelih di sekitar lokasi.

Antrhax merupakan penyakit menular dan sangat mematikan disebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis dalam bentuk yang paling ganas. Anthrax bermakna “batubara” dalam bahasa Yunani, dan istilah ini digunakan karena kulit sapi yang terkena antraks akan berubah hitam. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *