Gagal Pergi Haji, Bupati Banyuasin Malah Mendekam Di Balik Jeruji Besi – Laman 2 – BeritaPrima.com

Gagal Pergi Haji, Bupati Banyuasin Malah Mendekam Di Balik Jeruji Besi

Kronologi Penangkapan

Penangkapan berawal Minggu siang sekitar pukul 11.00 WIB, ketika KPK mengamankan Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Sekda Banyuasin Firmansyah, dua pejabat Pemkab Banyuasin dan satu orang rekanan Bupati Banyuasin.

Penangkapan dilakukan di rumah dinas Bupati Banyuasin di Jalan Lingkar No 1, Kompleks Rumah Dinas Perkantoran Pemkab Banyuasin, Sumsel. Belasan penyidik KPK masuk ke rumah yang tengah menggelar acara yasinan untuk mendoakan keberangkatan Yan Anton menunaikan ibadah haji pada Senin ini. Mereka kemudian dibawa ke Polda Sumsel.

Pada pukul 13.00 WIB, bus Polda Sumsel tiba di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel. Kelima pejabat dibawa ke dalam ruangan Ditreskrimsus Polda Sumsel dengan pengawalan ketat dari tim KPK dan kepolisian.

Sekitar pukul 17.00 WIB, puluhan personel Polda Sumsel sudah berjaga di depan gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk menggiring para pejabat Pemkab Banyuasin masuk ke dalam bus yang sudah disiapkan di depan gedung.

Secara bergantian, empat orang yang ditangkap KPK digiring masuk ke bus Polda Sumsel. Bupati Banyuasin Yan Anton akhirnya keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel dan masuk ke dalam bus.

“Maaf ya, permisi..,” ujar Yan Anton yang mengenakan kemeja kotak-kotak saat keluar dari gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Bersama Yan Anton juga digiring dua pejabat Pemkab Banyuasin yang diduga Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Banyuasin berinisial UU, Kepala Bagian Rumah Tangga berinisial RS, dan satu orang pengusaha di Banyuasin.

Sementara Sekda Banyuasin Firmansyah tidak ikut dalam rombongan yang digiring menuju bus Polda Sumsel. Menurut dia, ‎saat dibawa ke ruang Ditreskrimsus Polda Sumsel, dirinya tidak ikut diperiksa dan hanya menunggu di luar ruangan.

Namun demikian, dia belum mengetahui perkara yang menyeret Bupati Banyuasin dan pejabat lainnya berurusan dengan KPK. Kendati demikian dia sempat bertemu Yan Anton sebelum Sang Bupati dibawa keluar ruangan untuk diterbangkan ke Jakarta.

“‎Saya dipesankan agar menjalankan roda pemerintahan, dikuatkan dalam menghadapi cobaan yang dialami Pemkab Banyuasin. Semoga masalah ini cepat selesai,” ucap Firmansyah.

Sementara, bus Polda Sumsel yang membawa empat orang itu melaju ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang untuk selanjutnya meneruskan perjalanan ke Jakarta.

Dari kasus ini bisa dipastikan Yan Anton gagal berangkat ke Tanah Suci karena harus meringkuk di ruang tahanan KPK. OTT KPK telah membuat rencana ibadah Sang Bupati menjadi berantakan. Padahal, dia sebenarnya bisa berkaca pada kasus yang menimpa koleganya di kabupaten tetangga yang juga terjerat OTT KPK.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *