Imam Shamsi Ali Bicara Tentang Ahok, Isu SARA, Dan Dewan Gereja New York – BeritaPrima.com

Imam Shamsi Ali Bicara Tentang Ahok, Isu SARA, Dan Dewan Gereja New York

BeritaPrima.com, Jakarta -Presiden Nusantara Foundation & Muslim Foundation of America Inc, Shamsi Ali, angkat bicara mengomentari pernyataan kontroversial pejawat Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok mengenai Surat Al Maidah. Pernyataan pria yang akrab di sapa Imam Shamsi Ali ini disampaikan secara tertulis.

Dengan gamblang, ia mengungkapkan berbagai pandangannya mengenai pernyataan calon gubernur yang diusung oleh PDIP, Partai Golkar, Partai Nasdem, dan Partai Hanura ini. Diulas dari sisi solidaritas sosial hingga adanya harapan dari Dewan Gereja New York agar Ahok bisa menjadi pemimpin Indonesia.

Berikut pernyataan Imam Shamsi Ali:

Ketika kita berada dalam suasana tertentu seringkali rasa sensitifitas manusia meninggi. Aksi dan reaksi terhadap sebuah isu seringkali tidak terkontrol. Termasuk tentunya ketika kita sedang berada dalam musim kampanye. Amerika dalam hal ini tidak terkecuali. Demikian pula rencana pemilihan gubernur DKI Jakarta di tahun 2017 mendatang.

Pernyataan Ahok tentang S. Al-Maidah di Kepulauan Seribu adalah satu bukti bahwa sikap itu menunjukkan “sensitifitas” yang tinggi. Diakui atau tidak kegerahan umat Islam atas berbagai sikap dan pernyataannya selama ini mulai disadari “mengancam” posisinya pada pemilihan yang akan datang.

Perasaan terancam inilah yang menjadikannya melontarkan ungkapan yang seharusnya sensitif karena menyangkut emosi orang banyak. Menyatakan bahwa umat Islam dibohongi oleh Kitab Sucinya adalah pernyataan konyol, angkuh, dan merendahkan.

Ada dua kemungkinan kenapa Ahok harus menyampaikan pernyataan seperti itu. Pertama, mungkin karena itu memang karakternya. Di mana dia selalu berbicara tanpa memikirkan sensitifitas orang lain. Kedua, apa yang dia sampaikan merupakan penggambaran apa yang ada dalam hatinya.

Dan sudah pasti keduanya adalah kepribadian yang sangat tidak pantas bagi seorang pemimpin publik. Seorang pemimpin publik harus sensitif dengan lingkungan sekitarnya. Dia tidak bisa menutup mata terhadap realita yang sensitif, termasuk isu agama. Dan kalau ternyata dalam hati Ahok ada kebencian kepada keyakinan rakyat mayoritas yang dipimpinnya maka ini juga sangat berbahaya.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *