Ini Yang Terjadi Dalam Operasi Penangkapan Dimas Kanjeng – BeritaPrima.com

Ini Yang Terjadi Dalam Operasi Penangkapan Dimas Kanjeng

BeritaPrima.com, Probolinggo – Polda Jatim cukup sukses saat meringkus Taat Pribadi, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Operasi senyap sudah dipersiapkan secara matang sejak dua bulan sebelumnya.

Diakui bahwa penangkapan Taat Pribadi yang diduga terlibat tindak pidana pembunuhan dua orang pengikutnya tidaklah mudah. Risiko bentrok dengan pengikutnya dan timbul korban sangat mungkin terjadi.

Namun risiko ini sudah diantisipasi. Taat Pribadi tak berkutik ketika polisi ‘menjemputnya’ pada Kamis (22/9/2016) dinihari di padepokannya yang berada di RT 22 RW 08, Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.

“Kami hindari adanya korban, prosedur kita lakukan dan tentunya harus hati-hati,” kata Kapolda Jatim Irjen Anton Setiadji kepada wartawan usai gathering dengan pimpinan media di Hotel Singgasana, Rabu (287/9/2016) dinihari.

Bahkan pada awalnya disiapkan skenario untuk menangkap Taat Pribadi saat di luar padepokan untuk menghindari perlawanan dari pengikutnya.

“Dia kan punya semacam pengikut yang kayak garda gitu,” katanya.

Namun, Taat Pribadi sepertinya mencium gelagat jika dirinya akan diringkus saat tidak di padepokan. Ia pun memilih di dalam padepokan selama beberapa hari terakhir sebelum akhirnya ditangkap juga.

Anton menyatakan bahwa operasi penangkapan ini dilakukan secara diam-diam agar tidak bocor. 1.200 personil polisi, termasuk satuan Brimob dikerahkan.

Apel pasukan digelar pada Pukul 21.00 WIB, Rabu (21/9/2016) di Mapolda Jatim, Jl Ahmad Yani, Surabaya. Memang aneh, apel pasukan lengkap digelar malam.

Namun, wartawan yang mengetahui tak menyangka jika pasukan itu akan meringkus Taat Pribadi yang fenomenal karena berhasil menjaring miliaran rupiah dari pengikutnya yang menginginkan uangnya berlipat ganda dan memiliki kemampuan mengeluarkan uang dari balik badannya.

“Saya banyak pertanyaan soal itu, saat itu saya jawab untuk pengamanan dangdutan di Probolinggo. Bahkan saat minta Brimob di Malang geser untuk bantu ini pun saya bilang sama, pengamanan dangdutan di Probolinggo,” ungkap Anton sembari tertawa.

Namun meski sukses, tetap saja polisi yang hanya dilengkapi senjata berpeluru karet ini sempat mendapat perlawanan dari pengikut setia Taat Pribadi.

“Proses penangkapannya 20 menit, sempat dilawan dengan dilempari batu juga,” kata Anton.

Sebelum operasi senyap digelar, Anton terlebih dahulu mewanti-wanti kepada anak buahnya yang terlibat di lapangan untuk tidak membawa senjata peluru tajam.

“Yang bawa senjata kita data, siapa-siapa. Peluru karet pun dipakai jika terpaksa. Pokoknya tidak boleh ada korban. Saya ingatkan itu, jika menembak saya minta untuk bertanggungjawab,” katanya.

Yang menarik, Polda Jatim juga berkoordinasi dengan Kodam V Brawijaya, Komandan Marinir hingga TNI AL untuk menyampaikan rencana penangkapan tersangka kasus pembunuhan Abdul Gani dan Ismail yang juga disorot karena aktivitasnya bisa menggandakan uang itu.

Taat ini, kata Anton, cukup fenomenal karena memiliki ribuan orang pengikut yang berasal dari berbagai daerah di nusantara. Informasi yang didapat, uang miliaran rupiah mengalir ke pondok itu.

“Sebelumnya saya sudah lapor Kapolri serta pangkotama. Saat penangkapan kita tidak sendiri, Denpom maupun Gartap juga ikut. Lancar semua, tidak ada korban meski ada perlawanan. Taat bisa dibawa ke Polda Jatim untuk diperiksa,” katanya

Sekarang Polda Jatim tengah fokus mengusut dugaan Taat terlibat pembunuhan dua pengikutnya yang mengetahui rahasianya itu. Namun, polisi juga akan menggandeng ahli dari Bank Indonesia untuk menyelidiki uang yang berada di 3 bungker di bawah padepokan tersebut. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *