Inilah Proses Perkembangan Kognitif Anak di Usia Dini – BeritaPrima.com

Inilah Proses Perkembangan Kognitif Anak di Usia Dini

Mungkin sebagian besar dari kita ada yang belum tahu, apa itu kognitif ? Perlu kalian catat, kognitif itu dimana proses cara berpikir anak terhadap lingkungan sekitarnya. Mulai dari menilai, mempertimbangkan, atau menghubungkan dengan peristowa apa saja yang terjadi. Itu artinya, kognitif sangat erat kaitannya dengan tingkat kecerdasan seorang anak serta memunculkan ide-ide dan pembelajaran. Terlepas dari semua hal itu, ada tahapan mengenai perkembangan kognitif anak usia dini yang terbagi kedalam 4 fase :

  1. Fase Sensorimotor ( Usia anak dari 0 sampai 2 tahun )

Pada fase ini, seorang anak yang berusia 2 tahun mulai berinteraksi dengan apa yang ada di lingkungan sekitarnya. Terlebih melalui aktivitas Sensorimotor, dimana ia akan mulai belajar dari cara memegang, melempar, menghisap, melihat, dan perlahan-lahan sang anak akan menyadari bahwa sesuatu benda yang ia dapat tidak dapat menyatu dengan lingkungan sekitarnya. Pada puncak usianya yang 2 tahun, seorang anak biasanya sudah mulai memahami dan menguasai fase sensorimotor yang sifatnya cenderung lebih kompleks. Misalkan saja ia sudah tahu benda apa saja yang diinginkannya, serta sudah tahu betul akan manfaat dari benda itu sendiri. Dengan kata lain, hal ini menunjukan bahwa seorang anak sudah mulai berpikir secara simbolis, dimana ia akan memikirkan suatu objek benda tanpa kehadiran abjek itu sendiri.

  1. Fase Praoperasional ( Usia anak dari 2 sampai 7 tahun )

Saat memasuki fase Praoperasional, seorang anak akan mulai memahami tentang benda apa saja yang bisa ia lakukan dengan kegiatan yang bersifat simbolis. Biasanya si anak akan mulai bermain percakapan dengan menggunakan telepon mainan atau bertindak seolah-olah ia sudah menjadi dewasa, dan aktivitias simbolis lainnya. Dengan kata lain, fase ini adalah awal untuk membangun kemampuannya dalam cara berpikir. Selain itu, fase Praoperasional juga terbagi menjadi 3 subfase yang masing-masing diantaranya adalah subfase fungsi simbolis, subfase secara egosentris, dan subfase secara intuitif. Subfase fungsi simbolis biasanya dialami oleh anak yang berusia 2 sampai 4 tahun, dimana ia mulai sudah ada kemauan untuk menggambar suatu objek tanpa kehadiran objeknya. Lain halnya dengan subfase secara egosentris, dimana ia tidak mampu dalam memahami cara berpikir orang lain. Sedangkan subfase secara intuitif akan dialami oleh anak yang berusia 4 – 7 tahun, dimana ia seolah-olah mengerti dengan sebuah peristiwa yang terjadi, namun sebenarnya ia tidak tahu secara detail tentan peristiwa tersebut.

  1. Fase Operasi Konkret (Anak usia 7 – 12 tahun )

Pada fase ini seorang anak sudah mulai berpikir secara logis, namun harus ada suatu objek yang jelas sehingga ia dapat menghadirkannya secara konkret.

  1. Fase Operasi Formal ( Anak usia 12 tahun sampai dewasa )

Fase yang terakhir ini, ditandai oleh perubahan dari cara berpikir konkret ke cara berpikir yang bersifat abstrak. Misalkan saja ia sudah bisa memprediksi kejadian apa yang akan terjadi , serta dapat berpikir lagi secara ilmiah.

Demikianlah ulasan mengenai proses perkembangan kognitif anak di usia dini, dan semoga ulasa diatas tadi bermanfaat bagi anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *