Kalah Lagi Di Pengadilan, Penjara Tunggu Janda Sultan Ternate – BeritaPrima.com

Kalah Lagi Di Pengadilan, Penjara Tunggu Janda Sultan Ternate

BeritaPrima.com, Ternate – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Maluku Utara (Malut) telah melaksanakan sidang putusan permohonan banding yang diajukan terdakwa pemalsuan identitas anak kembar, Nita Budi Susanti, permaisuri mendiang Sultan Ternate Mudaffar Sjah.

Nita Budi Susanti yang mantan anggota DPR Dapil Malut itu terbukti bersalah melakukan penggelapan asal-usul orang, berupa nama, umur, dan tempat tanggal lahir putra kembar.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Mashus Hendar pada Senin 8 Agustus 2016 diputuskan Permaisuri Nita Budi Susanti terbukti bersalah melakukan penggelapan asal-usul anak kembar yang diakui anak hubungan biologisnya dengan Sultan Ternate.

Namun, sidang pembacaan putusan PT Malut yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2016 itu tidak dihadiri Jaksa Penuntut Umum maupun penasihat hukum terdakwa Nita. Tercatat, ada lima poin yang tertuang dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Mashus Hendar dengan nomor 12/PID/2016/PT.TTE.

Kelima poin itu di antaranya menerima permintaan banding terdakwa, menguatkan putusan PN Ternate Nomor: 70/Pid-B/2016/PN.TTE, 20 Juni 2016 yang dimohonkan banding, memerintahkan terdakwa ditahan di Rutan Ternate, menetapkan lamanya terdakwa berada dalam tahanan dikurangkan seluruhnya dengan pidana yang dijatuhkan, dan membebankan biaya perkara sebesar Rp 5 ribu.

“Jadi intinya Majelis Hakim PT Maluku Utara menguatkan putusan Pengadilan Negeri Ternate. Itu inti dari isi putusan Majelis Hakim (PT Malut),” ucap Humas PT Malut, Robert Siahaan, Jumat 12 Agustus 2016.

Menurut dia, setelah majelis hakim mempelajari berkas perkara terdakwa dan berdasarkan hasil rapat permusyawarakatan majelis hakim menilai bahwa putusan Pengadilan Negeri (PN) Ternate sudah benar dan tepat. Dengan demikian, Majelis Hakim PT Malut menguatkan putusan PN Ternate.

“Jadi putusan itu menguatkan, membatalkan, dan ada juga yang memperbaiki, artinya menambah hukumnya atau mengurangi hukumannya. Jadi, untuk perkara Nita, majelis hakim menguatkan putusan Pengadilan Negeri (Ternate), sehingga sudah sama dengan putusan Pengadilan Negeri yang telah dibacakan sebelumnya,” Robert menjelaskan.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *