Kasus Pembunuhan Jadi Soal Di LKS Kelas 4 SD Di Malang – BeritaPrima.com

Kasus Pembunuhan Jadi Soal Di LKS Kelas 4 SD Di Malang

BeritaPrima.com, Malang – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Budi Iswoyo, meminta Unit Pelaksana Teknis Daerah agar menarik Lembar Kerja Siswa Brilliant yang diterbitkan PT JePe Press Media Utama. Perintah ini keluar setelah ditemukan unsur kekerasan pada lembar kerja siswa untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 4 di sekolah dasar.

Unsur kekerasan itu pada LKS itu pertama kali ditemukan salah satu wali murid Sekolah Dasar di Sumberpucung, Kabupaten Malang. Mereka lantas memprotes kalimat bernada kekerasan itu kepada pihak sekolah.

Kalimat pertanyaan itu berbunyi: “Saya mengetahui berita dari televisi, ada seorang wanita membunuh sahabat karibnya. Kepala wanita tersebut dipenggal dan disimpan dalam kaleng. Padahal dia tidak bersalah.”

Menanggapi ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Malang berjanji akan melakukan evaluasi, setelah melakukan penarikan LKS di sejumlah sekolah. “Sudah kita tarik mas, selanjutnya akan kita evaluasi,” ujar Budi Iswoyo, di Malang, Kamis, 25 Agustus 2016.

Sementara itu, Kepala Divisi Redaksi, PT JePe Press Media Utama, Supolo Setyo Wibowo, mengungkapkan LKS itu telah dicetak sebanyak 4 ribu eksemplar secara nasional, dan 800 eksemplar sudah terdistribusi di Kabupaten Malang. Targetnya, keseluruhan LKS itu akan dicetak 20 ribu eksemplar secara nasional.

Pihaknya meminta maaf kepada masyarakat serta berjanji akan segera menarik LKS dari peredaran, maupun di pasaran. “Kami sampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Secepatnya akan kami tarik semua. Bila perlu kami ganti LKS baru tanpa membayar,” kata Supolo.

Sebelum naik cetak, Supolo menjelaskan, bahwa LKS tersebut sudah melalui proses pemeriksaan akhir tim pemeriksa, untuk memastikan konten buku yang disajikan penulis layak cetak.

“Kami mengakui ada kesalahan oleh penulis dan editor. Sudah kami klarifikasi, karena kami ada perjanjian mungkin untuk tahun ini akan kita hentikan terlebih dahulu penulis dan editor. Tim redaksi juga mendapat teguran,” ujar Supolo.

Menurut Supolo, kesalahan ini terjadi karena kesalahan faktor manusia, dan baru pertama kali terjadi pada LKS terbitan PT JePe Press Media Utama.

“Harapannya ini pembelajaran buat kami. Secara internal kami merasa, karena sedikit keteledoran efeknya sangat panjang di luar ekspektasi kami. Kami harus menarik semua produk kami, padahal kami tidak tahu yang membeli di pasaran siapa saja, kami akan evaluasi,” kata Supolo. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *