Ketentuan Membayar Kafarat Akibat Bercinta Di Siang Hari Saat Puasa – BeritaPrima.com

Ketentuan Membayar Kafarat Akibat Bercinta Di Siang Hari Saat Puasa

SyariahCenter.com – Berhubungan suami istri dubulan Ramadhan tidak ada larangan dalam agama Islam, selama dilakukan dimalam hari, sebelum waktu imsyak. Akan tetapi hubungan suami istri tetap diharamkan setalah imsyak sampai tiba waktunya berbuka.

Hal ini sangat tegas dilarang dalam agama. Apabila ada yang melakukan hubungan suami istri di siang hari ramadhan, Islam sudah menentukan kafarat atau tebusan bagi pelaku tersebut. Untuk itu diharapkan agar suami istri agar tetap berhati-hati, jangan sampai terjadi hal yang demikian, kalau tidak ingin membayar kafarat atau tebusan yang berat.

Nah bagaimana caranya membayar kafarat atau tebusan bagi orang yang sudah terlanjur melakukan hubungan suami istri? Hal ini sudah jelas ketentuannya dalam hadits Rasulullah Saw. Dari Abu Hurairah Ra, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah Saw, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.”

Dalam riwayat lain berbunyi : “Aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan.” Maka Rasulullah Saw berkata,”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” Dia menjawab,”Tidak!” Lalu Beliau berkata lagi, ”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab, ”Tidak.” Lalu Beliau bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” Dia menjawab, ”Tidak.” Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, Nabi Saw diberi satu ‘irq berisi kurma –Al irq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” Dia menjawab, ”Saya orangnya.”

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *