Kisah Presiden Pertama Singapura Berdarah Minangkabau – BeritaPrima.com

Kisah Presiden Pertama Singapura Berdarah Minangkabau

BeritaPrima.com, Singapura – Yusof bin Ishak adalah pria kelahiran 12 Agustus 1910 Padang Gajah, Trong, Perak, Singapura. Ia adalah Presiden pertama di Singapura semenjak Negeri Singa itu berubah menjadi republik, sekira 51 tahun yang lalu, tepatnya pada 9 Agustus 1965.

Ia berhasil menjabat sebagai kepala negara setelah People’s Action Party (PAP) memenangkan pemilihan umum pertama pada 30 Mei 1959. Dia menggantikan Yang di Pertuan Negara pertama dan Gubernur Singapura, William Goode.

Satu hal yang menarik dan patut jadi kebanggaan buat rakyat Indonesia, presiden pertama Negeri Singa ini ternyata adalah keturunan Minangkabau. Leluhurnya adalah seorang bangsawan Minangkabau, Datok Jonathan.

Namun kemudian pada 1789, leluhurnya bersama dengan adik laki-lakinya, Datok Setia dan 80 orang pengikutnya bermigrasi ke Kedah dan bersumpah setia kepada Sultan Kedah.

Yusof adalah anak tertua dari sembilan anak dan ayahnya adalah Ishak bin Ahmad. Sebagai orang terdidik, Ishak menemukan pekerjaan di Malayan Administrative Service dan menjabat sebagai pegawai di kantor Kecamatan di Taiping dan kemudian di Departemen Perikanan.

Yusof bin Ishak2Pada 1923, Yusof kemudian dipindahkan ke Singapura untuk menjabat posisi asisten inspektur perikanan. Dia adalah orang pertama non-Eropa yang menjadi Direktur Departemen Perikanan. Demikian sebagaimana dilansir Singapore Infopedia, Rabu (10/8/2016).

Yusof sebenarnya memiliki ketertarikan yang tinggi pada ilmu hukum. Akan tetapi, ayahnya tidak mampu untuk mengirim dia ke Inggris untuk melanjutkan studinya. Yusof kemudian bergabung dengan Akademi Polisi di Kuala Lumpur. Namun karena beberapa perbedaan pendapat, ia akhirnya meninggalkan akademi tersebut dan kembali ke Singapura.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *