Komisi A DPRD Medan Minta Mabes Polri Tutup MSDC – BeritaPrima.com

Komisi A DPRD Medan Minta Mabes Polri Tutup MSDC

BeritaPrima.com, Medan – Komisi A DPRD Kota Medan mendesak pihak Mabes Polri untuk segera menutup Medan Safety Driving Center (MSDC) di Jalan Bilal, Medan, Sumatera Utara, yang ditengarai disebut-sebut milik seorang pengusaha bernama Jimmi.

Tak hanya itu, Komisi A DPRD Medan juga berharap pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga harus melakukan pengawasan terkait aliran dana pembuatan sertifikat yang diduga tidak resmi,serta tidak adanya masukan pajak kepada kas negara.

Langkah ini diambil setelah pihak Komisi A DPRD Kota Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pelatihan mengemudi MSDC, Senin (5/9/2016).

Komisi A DPRD Medan melakukan sidak seiring banyaknya keluhan dari masyarakat terkait mahalnya biaya pengurusan SIM akibat adanya kewajiban bagi pemohon SIM untuk memiliki sertifikat lisensi mengemudi yang dikeluarkan MSDC.

“Masyarakat Kota Medan sangat keberatan dan merasa diperas, karena untuk membuat SIM harus ada sertifikat kursus mengemudi dari MSDC dengan biaya yang sangat tinggi. Dan hanya sertifikat dari sini ini yang diakui, makanya kita heran,” kata Ketua Komisi A DPRD Medan, Robby Barus, didampingi anggota dewan lainnya seperti Asmui Lubis, Waginto, Robby Barus, Mulia Asri Rambe, Andi Lumbangaol, Umi Kalsum dan Hamida.

Plt Kepala Cabang MSDC Medan, sekaligus instruktur sekolah mengemudi, Thomson Purba, tampak gelagapan saat dicecar berbagai pertanyaan oleh dewan saat itu, malah membantah ada hubungan dengan pihak Satlantas Polresta Medan.

Dalam hal ini,Thomson, justru “buang badan” kepada pihak Satlantas Polresta Medan terkait dengan sertifikat MSDC sebagai kewajiban pembuatan SIM.

“Sertifikat yang kami keluarkan itu bukan untuk SIM. Dan tidak ada kewajiban ke sini karena ini hanya pelatihan siapa saja boleh, termasuk anak TK. Jadi tidak ada keharusan kemari ini hanya sekolah tempat belajar bukan untuk sertfikat SIM,” ucap Thomson.

Thomson juga menambahkan, hubungan sama Polresta Medan tidak tahu karena sertifikat bukan untuk pembuatan SIM, sambil mengatakan “Kami tidak tahu dari sana (Satlantas-red),” tambah Thomson saat itu.

Saat, Robby kembali mempertanyakan prosedur keluarnya sertifikat layak mengemudi untuk berbagai jenis kendaraan yang dikeluarkan oleh pihak MSDC termasuk jaminan kemampuan orang yang memilikinya untuk memahami keselamatan berkendaraan. Namun kali-kali pertanyaan yang dilontarkan, kembali tidak mampu dijawab oleh Thomson, dengan gamplang

Hal ini membuat para anggota dewan berang, apalagi mereka mendapatkan pengakuan biaya untuk mendapatkan sertifikat mengemudi dari MSDC bervariasi mulai dari Rp 420 ribu hingga Rp 520 ribu.

“Parahnya ada yang bapak sebutkan dalam 2 hari bisa mendapatkan sertifikat, bagaimana dalam 2 hari sudah bisa kompeten mengemudi?,” cetus Roby.

Bahkan anggota Komisi A, Mulia Asri Rambe alias Bayek, menimpal langsung pembicaraan dengan mempertanyakan tentang kemampuan para peserta kursus yang sudah mendapatkan sertifikat setelah mengikuti kursus selama 1 hari tersebut.

“Bagaimana mungkin dalam 1 atau 2 hari seluruh peserta sudah dinyatakan layak mengemudi dan memperoleh sertifikat?. Ini saya lihat yang anda pentingkan hanya pembayarannya saja. Nggak benar-benar ingin mendidik,” ketusnya kepada Thomson.

Sedangkan, anggota dewan lainya, Asmui Lubis bersama Andi Lumbangaol mencerca pertanyaan tentang izin yang dipakai oleh MSDC, terkait dengan perusahaan MSDC karena sertfikat yang dikeluarkan atas nama Jakarta Safety Driving Centre (JSDC).

“Coba anda lihat sertifikat yang dikeluarkan atas nama JSDC sementara tempat ini bernama MSDC dan ada pula tulisan Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), mana yang benar,”ucap Asmui dan Andi seraya menunjukan sertifikat yang dikeluarkan MSDC.

Thomson pun tak mampu memberikan jawaban dan gugup saat itu. hanya menyebutkan “MSDC itu ada di Jakarta. Dan izin sudah ada,” katanya.

Tapi, saat kalangan dewan meminta untuk menunjukan izinnya, hingga kunjungan berakhir. Thomson, kali-kali tak mau memberikan. (dyn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *