Lima Aktivitas Korupsi Ini Umum Terjadi Di Tingkat Sekolah – BeritaPrima.com

Lima Aktivitas Korupsi Ini Umum Terjadi Di Tingkat Sekolah

BeritaPrima.com, Jakarta – Ketua Komunitas Perempuan Bogor Antikorupsi, Hania Rahma mengatakan, korupsi bukan hanya karena pengadaan barang dan jasa yang dilakukan di tingkat pusat.

Penyalahgunaan alokasi anggaran yang tidak sesuai dengan peruntukan mutu pendidikan juga marak terjadi di lingkup mikro, misalnya saja sekolah.

Menurut Hania, ada lima cara yang sering digunakan dalam aktivitas korupsi yang terjadi di tingkat sekolah.

Pertama, penyalahgunaan alokasi dan penggunaan anggaran baik dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan pungutan yang ditarik dari orang tua murid.

Hanua menilai banyak pos penggunaan anggaran yang tidak sesuai mutu pendidikan. Salah satunya paket wisata yang tidak sesuai kurikulum pendidikan.

“Misalnya acara workshop ke Kota Batu, Malang, lalu dilanjutkan wisata ke Gunung Bromo,” kata Hania di Jakarta, Selasa (17/5/2016).

Kedua, pengadaan barang dan jasa di sekolah tidak diikuti dengan aturan yang benar. Misalnya, dalam penunjukan perusahaan travel untuk study tour, sekolah tidak menggunakan sistem yang benar.

Namun, sekolah lebih memilih rekanan agar jumlah anggaran penggunaan bus bisa dimanipulasi.

Ketiga, suap yang dilakukan orang tua kepada sekolah atau guru. Menurut Hania, praktik suap ini banyak dilakukan orang tua murid untuk mendongkrak nilai.

“Tentu saja ini merugikan siswa yang punya potensi baik. Tentu ini tidak sehat, namun banyak terjadi di sekolah-sekolah di Bogor,” ujar dia.

Keempat, pemberian gratifikasi biasanya dilakukan pihak orang tua murid kepada sekolah atau wali kelas. Biasanya orang tua murid akan memberikan voucher atau hadiah yang dimaksudkan untuk memengaruhi nilai anaknya yang bersekolah.

“Gratifikasi ini cukup berhasil, karena kami banyak menerima laporan dari orang tua murid,” kata dia.

Kelima, adalah pungutan liar yang dilakukan setiap sekolah unggulan dalam menyediakan bangku kosong.

Modusnya, menurut Hania, bangku itu disediakan untuk siswa yang nilainya tidak mencukupi dan mau pindah di semester depan dengan membayar sesuai nominal yang ditentukan.

“Banyak aduan tentang hal ini baik pelaku ataupun korban, mereka diminta membayar Rp 10 juta agar anaknya bisa masuk sekolah unggulan negeri di semester dua,” ucapnya. (ren)

Pencet 'SUKA' untuk ikuti berita kami di Facebook

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ankara escort bayan,ankara escort,türk porno,antalya escort,escort bayan,beylikdüzü escort,ataşehir escort,rus porno,sex izle,kartal escort,
hacklink wordpress download elektronik sigara hacklink satış joyetech elektronik sigara
Nice servis,nice bariyer,mantar bariyer,epoksi zemin kaplama,köşe koltuk,hay grup,bft türkiye,bahçe kapısı motoru,nice türkiye,Kurumsal seo,nice türkiye