Penderita HIV/AIDS Di Mojokerto Meningkat, Dipicu Seks Menyimpang – BeritaPrima.com

Penderita HIV/AIDS Di Mojokerto Meningkat, Dipicu Seks Menyimpang

BeritaPrima.com, Mojokerto – Deklarasi bebas prostitusi yang dicanangkan Pemkot Mojokerto sejak 29 Mei 2016 tak serta merta menurunkan penularan HIV/AIDS.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, pada 2015 lalu jumlah penderita HIV mencapai 53 orang, sementara penderita AIDS 26 orang.

Pada Januari hingga Juni 2016 ini, penderita AIDS mencapai 36 orang. Sedangkan jumlah penderita HIV ada 34 orang. Jika dipilah lagi, sebagian penderita HIV dan AIDS adalah ibu-ibu, balita dan pria dewasa.

“Dibandingkan tahun lalu, jumlah pasien AIDS memang naik,” jelas Kepala Dinkes Kota Mojokerto, Cristiana Indah Wahyu, Senin (8/8/2016).

Ada beberapa faktor utama sehingga ada peningkatan pasien AIDS, di antaranya migrasi penyakit dari HIV ke AIDS.

“Berdasarkan laporan yang ada, peningkatan pasien AIDS lebih karena faktor perubahan status HIV ke AIDS. Mesti ada temuan penderita baru,” tutur dia.

Dia menilai, perubahan status HIV ke AIDS ini, tak lepas dari perubahan gaya hidup penderita. “Karena perilaku tidak sehat atau seks menyimpang, dan atau penggunaan obat-obat terlarang,” urai dia.

Cristiana mengakui, pascadeklarasi bebas prostitusi yang ditandai penutupan Balong Cangkring (BC), berdampak terhadap pencegahan penularan penyakit ini.

“Adanya Pustu (Puskesmas Pembantu) Cakar Ayam yang dulu buka setiap hari, sekarang hanya seminggu dua kali. Padahal, pustu ini menjadi pustu yang berada paling dekat dengan BC,” tambah dia.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *