Polda Metro Ancam Jemput Paksa Habib Rizieq Saat Mendarat Di Bandara – BeritaPrima.com

Polda Metro Ancam Jemput Paksa Habib Rizieq Saat Mendarat Di Bandara

BeritaPrima.com, Jakarta – Pihak Polda Metro Jaya (PMJ) mengaku belum mengetahui informasi pasti jadwal kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib M. Rizieq Shihab. Meski demikian, pihak PMJ bakal menggelandang Rizieq begitu tiba di bandara Indonesia.

“Belum tahu (kapan jadwal kembali ke Indonesia). Ya untuk yang pertama seperti itu (jemput paksa). Biar cepat aja deh kalau nanti kita periksa,” ujar Kabid Humas PMJ Komisaris Besar Argo Yuwono kepada wartawan, Minggu malam (14/5).

Argo menegaskan, penjemputan paksa terhadap Rizieq tinggal menunggu surat perintah dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mochammad Iriawan. Terkait teknisnya, Argo menyerahkan kepada penyidik untuk melaksanakan perintah tersebut.

“Itu kan nanti penyidik yang lebih tahu teknisnya. Yang terpenting nanti diterbitkan surat perintah membawanya (Rizieq),” paparnya.

Seperti diketahui, selain menjemput paksa Habib Rizieq, pihak PMJ penjemputan paksa terhadap staf pribadinya, Muchsin, Senin, 15 Mei 2017. Surat penjemputan paksa Muchsin akan terbit berbarengan dengan surat serupa untuk Rizieq.

Menurut informasi pihak PMJ, Muchsin sempat diinstruksikan oleh Habib Rizieq untuk membuang telepon genggam miliknya. Sementara saat polisi ingin meminta penjelasan soal hal itu, Muchsin selalu mangkir dari pemanggilan polisi.

“Yang bersangkutan tidak datang dua kali pemanggilan,” ungkap Argo.

Surat pemanggilan Muchsin, kata Argo, pertama kali dilayangkan pada 20 April lalu. Dan surat pemanggilan kedua dilayangkan 8 Mei 2017.

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya segera memanggil paksa Habib Rizieq sebagai saksi kasus dugaan percakapan berkonten pornografi.

Kasus ini berawal saat beredar video percakapan mesum yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq dengan tersangka dugaan makar, Firza Husein.

Video tersebut membawa Aliansi Mahasiswa Anti Pornografi melapor ke Polda Metro Jaya dengan nomor LP/510/I/2017/PMJ/Dit Reskrimsus dengan tuntutan pasal 4 ayat (1) juncto pasal 29 dan/atau pasal 32 UU 44/2008 tentang pornografi, serta pasal 27 ayat (1) juncto pasal 45 ayat (1) UU 11/2008 tentang ITE.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya meningkatkan status kasus ini ke penyidikan. Pemeriksaan sejumlah saksi dan ahli dilakukan untuk menyidik kasus ini. Kendati demikian, baik Habib Rizieq maupun Firza masih membantah tuduhan tersebut. (dik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *