Rossi Gagal Tampil Impresif di Tes Pramusim MotoGP Qatar 2018, Mengapa? – BeritaPrima.com

Rossi Gagal Tampil Impresif di Tes Pramusim MotoGP Qatar 2018, Mengapa?

BeritaPrima.com, Doha – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, kesal gagal tampil impresif di dua hari tes pramusim MotoGP Qatar 2018 yang berlangsung di Sirkuit Losail. Rider berusia 39 tahun itu bahkan menyebut tak ada perkembangan berarti dari sang kuda besi, YZR-M1, ketimbang edisi tahun lalu.

Pada dua hari tes yang sudah berlangsung di Qatar pada 1 dan 2 Maret 2018, The Doctor –julukan Rossi– belum mampu menunjukkan kelasnya. Pada Kamis 1 Maret 2018, Rossi hanya menduduki posisi tujuh dengan catatan waktu terbaik 1 menit 55.432 detik. Ia terpaut 0,379 detik dari sang rekan setim Maverick Vinales yang keluar sebagai pembalap tercepat.

Sementara pada hari kedua tes yang berlangsung semalam, catatan waktu Rossi memang mengalami perbaikan. Namun di saat yang bersamaan, pembalap lain juga mampu memperbaiki catatan waktunya. Alhasil, Rossi yang mencatatkan waktu terbaik 1 menit 55.316 detik, melorot ke posisi 11. Ia terpaut 0,730 detik dari Andrea Iannone (Suzuki Ecstar) di posisi pertama.

“Posisi saya tidak bagus. Sebenarnya saya bisa saja mencatatkan waktu sepersepuluh detik lebih cepat. Sebab saya baru menggunakan ban anyar di akhir sesi. Akan tetapi saat itu, ada getaran besar di bagian depan motor saya, sehingga saya gagal memperbaiki catatan waktu itu,” kata Rossi mengutip dari GPOne, Sabtu (3/3/2018).

Perbaikan wajib dilakukan Rossi nanti malam. Sebab malam nanti merupakan kesempatan terakhir Rossi untuk memperbaiki kekurangan pada motornya. Hal itu karena nanti malam merupakan tes terakhir, sebelum MotoGP 2018 digelar di sirkuit yang sama pada Minggu 18 Maret malam WIB.

Semenjak Qatar menjadi tuan rumah MotoGP pada 2006, pencapaian Rossi tak bisa dikatakan buruk. Rider berpaspor Italia itu tercacat tiga kali menjadi yang terbaik di Losail. Sebut saja pada 2006, 2010 dan 2015.

Pada MotoGP 2017, Rossi masih sanggup finis di posisi podium dengan menduduki tempat ketiga. Saat itu, juara dunia tujuh kali kelas MotoGP itu kalah bersaing dari Vinales dan Andrea Dovizioso (Ducati).

Perbaikan mesti dilakukan Rossi. Sebab seperti musim-musim sebelumnya, Rossi selalu bertekad meraih gelar juara dunia ke-10 nya di semua kelas. Semenjak menjadi kampiun pada 2009, Rossi tak pernah lagi keluar menjadi yang terbaik. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *