Standar Keamanan Pelabuhan Di Indonesia Sudah Baik – BeritaPrima.com

Standar Keamanan Pelabuhan Di Indonesia Sudah Baik

BeritaPrima.com, Medan – Standar keamanan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia dinilai sudah terpenuhi dengan baik.

Hal itu diungkapkan Tenaga Ahli Pengamanan Pelabuhan dari Amerika Serikat Sean K Moon didampingi Konsul Jenderal (Konjend) Amerikat Serikat untuk Sumatera Juha P Salin, saat bincang-bincang kepada wartawan, di Hotel JW Marriot Medan, Rabu (21/9/2016) sore.

Moon menyebut tantangan diseluruh pelabuhan tetap ada, termasuk yang di Indonesia. Tapi ada juga pelabuhan yang baik seperti ada nelayan masuk ke zona security, maka kenapa tidak dipekerjakan saja mereka di pelabuhan.

Selain itu tambah Moon, banyak kapal pesiar (cruise) yang sandar di pelabuhan selalu menawarkan dagangannya kepada pedagang. Lantas apa salahnya para pedagang kecil itu disatukan dalam bentuk bazar sehingga dapat membantu dagangannya.

Moon menjelaskan kedatangannya ke Indonesia, khususnya Medan, bertujuan untuk membantu pelabuhan di negara ini, bagaimana mereka konsisten untuk keamanan pelabuhannya.

“Dengan adanya pelabuhan yang baik sesuai standar internasional maka dapat membantu meningkatkan perekonomian dan perdagangan Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Moon, keamanan pelabuhan merupakan hal terpenting dalam sebuah pelabuhan. Apalagi Indonesia memiliki 13.000 lebih pulau-pulau yang dapat dihubungkan dengan jalan laut.

Ia juga mengatakan dalam upaya ekspansi transportasi kelautan maka bagaimana pelabuhan menghasilkan efisiensi yang tinggi contohnya bagaimana kapal tak terlalu lama menginap di pelabuhan (dwelling time).

Karena dwelling time banyak pengaruhnya seperti ada proses sortir barang dan sumber daya manusianya. “Jadi kenapa selama ini dwelling time lama, nah ini harus betul-betul dicari dulu penyebabnya apa,” kata Moon.

Standar pelabuhan secara internasional atau International Ship and Port Facility Security Code dikeluarkan oleh International Maritim Organization. Standar itu berbeda-beda jenisnya di seluruh pelabuhan. Tapi tantangan pelabuhan di dunia hampir sama yakni kurangnya pelatihan-pelatihan sedangkan pelatihan itu harus terus di update.

“Banyak SDM pelabuhan yang sering tukar bagian pekerjaan. Training ini harus terus dilakukan untuk seluruh pelabuhan di dunia agar tercapai standar pelabuhan yang diakui internasional,” sebut Moon.

Moon menambahkan keamanan pelabuhan harus netral karena mereka yang melihat benda apa yang dikirim serta apa saja resikonya.

“Kalau yang dikirim bahan bangunan misalnya tentu beda resikonya dengan bahan-bahan kimia. Begitu pula keamanan untuk kapal pesiar, beda lagi, mungkin barang-barang penumpang yang diperiksa,” ungkap Moon.

Sedangkan tentang rencana tol laut di Indonesia, Moon menilai cukup penting ada tol laut mengingat Indonesia negara maritim dan posisinya sangat strategis. Posisi Indonesia juga sangat strategis menghubungkan Afrika dengan Kanal Panama.

Menurutnya, perkembangan ekonomi juga akan berpengaruh ke aktivitas pelabuhan. Pelabuhan Indonesia yang menglobal mampu terciptanya kekuatan maritim jadi harus tetap menjalin kerjasama dengan pelabuhan di dunia, termasuk Singapura.

“Sebab semakin kita kerjasama dengan negara lain maka semakin kuat,” katanya mengakhiri. (dyn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *