Sudah Bikin Megawati Tersinggung, Ahok Dinilai Sulit Raih Dukungan – BeritaPrima.com

Sudah Bikin Megawati Tersinggung, Ahok Dinilai Sulit Raih Dukungan

IndoElection.com, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang akan kembali mencalonkan diri pada Pilkada Jakarta periode mendatang dinilai sulit untuk memperoleh dukungan dari PDI Perjuangan. Hal tersebut dikarenakan Ahok telah membuat Ketua Umum PDIP Megawati tersinggung.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf mengatakan PDIP masih ragu untuk mengusung Ahok lantaran pernyataan yang sempat diucapkannya untuk tidak maju Pilkada Jakarta melalui partai politik. Ahok juga disebut-sebut pernah menolak tawaran Megawati untuk menjadi kader PDIP agar bisa diusung oleh PDIP sebagai calon gubernur.

“Sulit untuk Ahok mendapat dukungan PDI Perjuangan karena Ahok sempat tidak mau maju lewat parpol yang hal itu membuat Megawati tersinggung,” ujar Maswadi  di Jakarta, Kamis (11/8).

Sejauh ini Megawati sebagai penentu akhir siapa calon gubernur yang bakal diusung oleh PDIP belum memberi restu pada Ahok untuk diusung. Ahok yang sudah mendapat dukungan dari tiga partai yaitu Hanura, NasDem, dan Golkar, masih mencoba menemui Mega dengan harapan mendapat dukungan. Komunikasi dengan PDIP juga terus dilakukan oleh tiga partai pendukung Ahok.

Ahok sendiri mengaku pernah diperingatkan oleh sejumlah koleganya di PDIP agar tidak sembarangan berbicara. “Teman-teman PDIP itu kadang-kadang namanya sebagai teman suka genit-genit begitu. Dia marahin saya juga, ‘Eh, Hok, lu jangan genit-genit, ya. Ngomong di media seenaknya lu.’ Saya sama PDIP banyak teman,” ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta.

Menurut Maswadi, PDIP sendiri saat ini sedang dalam keadaan sulit untuk menentukan pilihannya terkait dengan kedua nama yang begitu potensial untuk diusung yaitu Ahok dan dan Wali Kota Subaraya Tri Rismaharini.

“PDI Perjuangan juga masih sulit untuk mengusung Risma sebagai cagub Jakarta karena Risma masih menolak untuk maju sebagai cagub Jakarta. Masyarakat Surabaya tidak ingin Risma pindah ke Jakarta,” tutur Maswadi.

Selanjutnya >>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *