Unik, Komplotan Maling Pembobol Rumah Kosong Ini Bersenjata Ketapel – BeritaPrima.com

Unik, Komplotan Maling Pembobol Rumah Kosong Ini Bersenjata Ketapel

BeritaPrima.com, Surabaya – Aksi komplotan pembobol rumah kosong yang beraksi di wilayah hukum Polrestabes Surabaya, Jawa Barat, ini tergolong unik. Sebelum menguras harta korban, komplotan itu memanfaatkan ketapel untuk mengecek apakah pemilik rumah ada atau tidak.

Modusnya, pelaku memecahkan kaca rumah dengan ketapel dari jauh. Jika tidak ada reaksi dari pemilik rumah, itu menandakan tidak ada orang dalam rumah. Kemudian kawanan pembobol beraksi.

Namun, setelah diketapel ada reaksi dari pemilik rumah seperti melakukan pengecekan pada kaca yang pecah, pelaku langsung kabur dan mencari sasaran lain. Tapi, akibat perbuatannya yang membobol rumah, empat pelaku ditangkap Polrestabes Surabaya.

Identitas para tersangka masing-masing berinisial NA (41) warga asal Sleman, AW (36) warga asal Jakarta, BP (43) warga asal Yogyakarta dan SU (51) warga asal Bantul, Jawa Tengah. Kini mereka mendekam di dalam tahanan.

Barang bukti (BB) yang disita dari komplotan tersebut meliputi tiga buah linggis sepanjang 40 sentimeter, dua ketapel, satu set kunci L, satu unit mobil Toyota Avanza bernomor B 1782 TZJ, tujuh buah batu kecil, lima buah kelereng, sebuah kamera dan empat handhone.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga mengatakan, modus operandi yang dilancarkan komplotan itu dengan menaiki mobil sewaan. Kemudian berputar mencari rumah kosong dengan ditandai lampu masih menyala saat siang.

“Lalu salah satu tersangka memakai ketapel untuk memecah kaca. Ketika tidak ada respon dari dalam, maka dipastikan sasarannya aman. Selanjutnya tersangka merusak kunci gembok dengan kunci L dan linggis,” terang Shinto, Minggu (7/8/2016).

Setelah itu, sambung Shinto, pelaku bebas berkeliaran dalam rumah dengan mengambil sejumlah barang berharga seperti laptop dan perhiasan serta uang. Usai menguras habis barang berharga dan uang korban, para pelaku langsung kabur.

“Para tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Adapun ancaman hukumannya maksimal tujuh tahun penjara,” pungkas Shinto. (feb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *