Ya Ampun, Betapa Mengerikannya Penjara Di Filipina, Ini Gambarannya – BeritaPrima.com

Ya Ampun, Betapa Mengerikannya Penjara Di Filipina, Ini Gambarannya

BeritaPrima.com, Manila – Sesak dan sulit untuk bergerak. Itulah gambaran suasana di dalam penjara Quezon City, Filipina yang diceriterakan oleh salah satu tahanan.

Penjara yang berlokasi di Manila tersebut jauh dari kata manusiawi. Dikutip dari AFP, Minggu (31/7/2016) penjara tersebut menjadi rumah dari 3.800 tahanan. Lebih banyak 5 kali lipat dari jumlah ideal yang dapat ditampung.

Saat tidur, dengan ruangan yang sempit, tahanan bahkan ada yang harus rela untuk tidur dengan duduk ataupun berdiri.

“Sangat banyak kegilaan di sini. Mereka tidak dapat berpikir dengan lurus. Ini sangat ramai. Sulit untuk bergerak dan satu sama lain dapat bertabrakan,” kata salah seorang tahanan, Mario Dimaculangan.

Selain jumlah tahanan yang melebihi kapasitas, kondisi di dalam penjara juga jauh dari kata bersih. Satu toilet dapat dipakai hingga 130 orang.

Komisi Hak Asasi Manusia Filipina pada April 2015 lalu menyebut, fasilitas toilet di dalam penjara Quezon City kurang terawat dan dapat menyebabkan beragam penyakit. Di antaranya seperti tuberkulosis, diare, infeksi kulit, bahkan keracunan.

Kondisi tersebut juga turut mempengaruhi mental dan psikologis para tahanan. Sering terjadi perkelahian antar tahanan dengan beragam hal yang menjadi penyebabnya.

“Penjara yang melebihi kapasitas merupakan masalah utama. Seperti makanan, kebersihan, dan kekurangan hal lain di dalam fasilitas penjara yang sesuai untuk manusia,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Informasi Hak Asasi Manusia Filipina, Dr Nymia Pimentel Simbulan.

penjarafilipina2Diperkirakan kondisi penjara bakal semakin memburuk, usai Presiden Filipina yang baru yaitu Rodrigo Duterte menyatakan perang pada narkoba dan kriminalitas. Ia juga berjanji untuk menghukum para pengedar atau bandar narkoba.

Hal tersebut bakal menambah jumlah tahanan yang menghuni penjara di Quezon City, Manila. “Pemerintah mulai mengampanyekan untuk melawan narkoba tanpa memerhatikan kemampuan untuk memenuhi persyaratan dasar pada sistem peradilan yang menyerap masuknya tahanan,” tutup Simbulan. (aud)

penjarafilipina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *