AEPI: Hampir Semua Indikator Ekonomi Indonesia Runtuh

Direktur Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta, Salamuddin Daeng.
BeritaPrima, Jakarta - Direktur Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Jakarta, Salamuddin Daeng, berpendapat bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang dilanda krisis. Ia menyebut bahwa hampir semua indikator ekonomi di Indonesia jatuh.
“Hampir seluruh indikator penting di dalam ekonomi jatuh,” sebut Daeng dalam Dialog publik di Warung Komando, Tebet, Jakarta Selatan, pada Selasa (19/5/2015).
Ia menguraikan berbagai indikator ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, cadangan devisa, inflasi, nilai tukar petani, dan juga keuntungan perusahaan mengalami pelemahan. Berbagai indikator ekonomi tersebut semakin melemah dan bergerak kea rah negatif.
“Pertumbuhan ekonomi kita jatuh menjadi 4,7 %. Cadangan devisa kita jatuh dari 115 ke 110 karena intervensi nilai tukar. Kemudian, inflasi kita naik. Kemudian, nilai tukar petani juga menurun. Keuntungan perusahaan-perusahaan, termasuk perusahaan besar di Indonesia, juga menurun sangat signifikan,” ujar Daeng.
Bagi Daeng, indikator ekonomi yang paling parah adalah pajak. Penurunan pajak tersebut berawal dari Rp 210,057 Triliun per Maret 2014 menjadi Rp 198,226.53 Triliun per Maret 2015.
“Yang paling signifikan penurunannya adalah penerminaan pajak daripada pemerintah,” tandasnya.
(Agil Kurniadi)

