Logistik Indonesia Belum Efisien

FAO Director-General Candidate for 2012-2015

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo

BeritaPrima, Jakarta - Inefisiensi logistik di Indonesia masih tinggi. Hal tersebut tercermin dari Logistic Performance Index (LPI) Indonesia pada 2013 yang masih berada di posisi 59 dari 150 negara yang disurvei, jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat pertama, serta Malaysia di posisi 21.

Akibat buruknya sistem logistik tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo memperhitungkan kerugian Indonesia tiap tahun mencapai 250 miliar dollar AS atau setara Rp 3.125 triliun (kurs 1 dollar AS= Rp 12.500).

“Kita kehilangan 250 miliar dollar AS karena sistem logistik tidak kompetitif,” terang Indroyono kepada wartawan, Jumat (27/2/2015).

Hal tersebut menjadi pekerjaan besar pemerintahan baru Joko Widodo-Jusuf Kalla, yakni dengan cara menurunkan biaya logistik dari 24,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 19 persen terhadap PDB.

“Caranya adalah dengan menurunkan dwelling time di pelabuhan dari saat ini 9-10 hari menjadi 4-5 hari,” tutur Indroyono.

Untuk menurunkan dwelling time itu, ada tiga bagian yang harus dibenahi yakni pre-custom, custom, serta post-custom. Diharapkan, sistem logistik yang baru bisa rampung dalam tiga bulan ke depan, dan target biaya logistik 19 persen terhadap PDB bisa dicapai pada akhir tahun ini.

(Aditya Sanjaya)

Kategori: Bisnis

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*