Inilah Beberapa Festival Paling Menarik di Dunia
BeritaPrima, Jakarta - Mendengar kata ‘perang’ terkadang langsung terbesit dalam pikiran kita tentang hal yang berbau kejahatan dan kekejaman. Perang juga diwarnai dengan senjata-senjata yang mematikan.
Tetapi bagaimana perang dalam festival-festival di berbagai dunia ini? Apa sama dengan perang pada umumnya? Apa menggunakan senjata yang berbahaya jugakah? Atau malah menonjolkan kesenangan dan kemeriahan karena senjatanya hanya buah atau malah ketupat?
Wah pasti seru untuk disimak. Mari dicek :
1. Festival Perang Jeruk
Berada di Italia Utara, kota kecil Ivrea menggelar sebuah festival yang sering diadakan pada pertengahan atau akhir setiap bulan Februari, yakni Festival Perang Jeruk. Ribuan orang datang untuk mengikuti karnaval tahunan di Ivrea. Peserta dibagi menjadi tim kereta, tim kaisar, dan tim pejalan kaki.
Mereka memakai kostum dan membawa senjata persis seperti berada pada abad pertengahan. Festival Perang Jeruk telah menjadi perang makanan terbesar di Italia. Dalam perayaan ini, ribuan peserta dibagi menjadi sembilan tim tempur.
Anda juga bisa ikut bergabung untuk mengikuti Festival Perang Jeruk ini. Kemudian Anda akan ditempatkan pada salah satu tim. Jika Anda memilih sebagai penonton, pastikan Anda memakai topi merah yang menandai Anda sebagai penonton.
2. Festival Perang Tomat
Jika anda mengunjungi ke Spanyol dibulan Agustus, maka jangan lewatkan festival satu ini. Festival Perang Tomat atau sebutan lainnya La Tomatina, adalah festival yang digelar setiap hari Rabu diakhir Agustus yang diselenggarakan di kota Bunol sekitar 38 km dari Valencia. Terlebih dahulu peserta akan dikumpulkan di Plaza del Pueblo sekitar jam 11 siang.
Setelah pertempuran dimulai, para penonton akan memberikan semangat dari balkon-balkon di bangunan yang berada di sekeliling jalanan medan pertempuran. Lima truk yang berisikan tomat harus ikut berdesakan dengan lautan manusia yang penuh dengan lumuran tomat.
Festival ini juga dibuat lebih ‘chaos’ saat penyelenggara mengeluarkan water cannon untuk menyemprot peserta. Untuk sekedar info, tomat-tomat yang didapat dari Extremadura dengan harga tidak terlalu mahal ini terlebih dahulu harus diremukkan terlebih dahulu. Peraturan ini ditujukan bagi peserta agar lawan tidak cedera saat tomat ini mengenainya.
3. Festival Perang Air
Bergeser ke wilayah Asia Tenggara, tepatnya di Thailand, terdapat Festival Songkran. Diadakan tiap tahun baru Thailand, di kota-kota besar negeri Gajah Putih ini anda harus bersiap berbasah-basahan. Pasalnya perang air akan menjadi kegiatan utama di festival ini. Secara tradisional, masyarakat Thailand merayakan Songkran dengan mengunjungi kuil dan menyiramkan air ke satu sama lain sebagai permohonan keberuntungan untuk tahun yang baru.
Namun kini, perayaan ini telah berkembang menjadi pesta air nasional dan pesta besar yang juga diikuti oleh wisatawan asing yang ingin merasakan kemeriahan festival ini. Songkran dirayakan dengan pesta dan perang air, dimana penduduk kota akan saling menyiramkan air ke satu sama lain di sepanjang jalan.
Songkran merupakan festival paling populer di Thailand, yang menandai permulaan tahun matahari dan musim panas di negara ini.
4. Festival Perang Ketupat/ Perang Topat
Tidak mau kalah dari Negara lain, Indonesia juga memilik festival serupa, Perang Topat namanya. Diselenggarakan di Pulau Lombok bagian barat, Nusa Tenggara Barat, Perang Topat sebenarnya adalah bagian dari sebuah upacara kuno argaria yang biasanya dilaksanakan sebelum menanam Padi.
Dengan menggunakan pakaian adat ribuan warga Sasak dan Umat Hindu setiap tahunnya merayakan upacara Perang Topat di Pura Lingsar. Tepatnya setiap purnama ke-7 menurut kalender Sasak (sekitar bulan desember). Perang biasanya akan dimulai sore hari dan akan dimulai dengan sorak sorai.
Setelah aba-aba perang dimulai, dua kelompok itu pun mulai saling lempar. Suasana makin hiruk-pikuk, mereka berlarian menghindari lemparan lawan, lalu mengambil posisi untuk kembali melempar lawan. Setelah selesai, ketupat yang sudah diisi dengan beras itu akan dimasukkan kedalam daun kelapa muda atau janur yang kemudian dimasak . Ketupat - ketupat tersebut nantinya akan dibawa pulang dan di taburkan di tanah pertanian maupun ditempat yang dijadikan sumber penghasilan.
(Dimas Wahyu)


