Keunikan Paus Koteklema Di Laut Sawu NTT

laut-sawuBeritaPrima.com - Dari beberapa jenis paus yang ada di dunia ada beberapa diantaranya memiliki ukuran yang sangat besar, bahkan yang terbesar dari jenis paus lainnya. Salah satu yang terbesarnya ialah Paus Koteklema. Paus yang juga dikenal sebagai paus sperma ini mempunyai berat lebih dari 50 ton dan memiliki panjang mencapai 20 meter. Paus ini mudah dikenali oleh kepalanya yang besar dan dahi bulat menonjol. Kepala Paus Koteklema yang besar dan bentuk keseluruhannya yang berbeda, ditambah lagi kemunculannya dalam novel Moby-Dick yang ditulis oleh Herman Mellville, membuat paus ini begitu melegenda.

Yang menarik, Anda bisa menemukan Paus yang satu ini di perairan kawasan Timur Indonesia. Paus Koteklema ini seringkali melewati Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur untuk berimigrasi. Nah, jika Anda gemar dengan kegiatan penyelaman dan tertarik untuk menemui Paus Koteklema langsung dihabitatnya, siapkan saja Kartu kredit Mastercard Anda. Karena siapa tahu ada promo khusus penginapan hotel atau penerbangan ke Nusa Tenggara Timur.

Nah, ingin tau lebih dalam tentang paus koteklema? Yuk kita simak beberapa fakta unik dari paus koteklema yang telah kami rangkum berikut ini:

Imigrasi Paus Koteklema dan Tradisi Perburuan

Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur sejak lama sudah menjadi sorotan wisatawan dunia karena menjadi habitat ikan paus terkaya. Tak hanya itu, di perairan ini Paus raksasa Koteklema kerap berimigrasi setiap musimnya. Paus ini berimigrasi dari Samudra Pasifik melewati Laut Banda, Laut Flores masuk Laut Sawu melalui perairan Pulau Alor dan ke Samudra Hindia di Selatan Sumba atau sebaliknya.

Laut Suwu dipilih oleh Puas Koteklema untuk berimigrasi selain karena arusnya yang bagus, di perairan ini juga banyak terdapat makanan berupa cumi-cumi yang hidup di laut dalam. Migrasi ini juga bertujuan mencari perairan yang hangat bagi paus untuk melahirkan.

Di perairan ini, Paus Koteklema juga sering diburu oleh warga setempat sebagai bagian dari tradisi. Setiap musim berburu tiba, pantai-pantai di Kampung Lamalera tak sepi dari turis-turis asing. Daging paus yang diperoleh dari perburuan ini nantinya akan dibagikan kepada seluruh penduduk. Selain hasil daging, masyarakat juga memanfaatkan minyak paus sebagai minyak urut, bahan obat dan bahan bakar untuk pelita atau lampu teplok.

Tradisi penangkapan paus oleh masyarakat setempat ini konon telah berlangsung sejak abad 16. Walaupun sudah ada beberapa konversi yang menyatakan pelarangan terhadap perburuan paus tersebut, tapi tradisi berburu paus ini sampai sekarang masih tetap dipertahankan. Penduduk lamalera saat ini diminta menjaga kelestarian Paus Koteklema. Caranya, penduduk lamalera hanya berburu paus koteklema yang sudah mereka konservasi terlebih dahulu, sehingga paus yang masih hamil serta masih terlalu kecil tak akan diburu. Hal itu dilakukan untuk tetap menjaga populasi paus di laut Suwu.

Paus Bergigi Terbesar di Bumi

Paus koteklema atau paus sperma adalah hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi. Bahkan paus koteklema merupakan hewan bergigi terbesar di dunia. Paus ini diketahui memiliki 20 hingga 26 pasang gigi kerucut pada rahang bawah mereka. Setiap giginya bisa mempunyai berat sampai satu kilogram. Ia juga mempunyai berat lebih dari 50 ton dan panjangnya bisa mencapai 20 meter. Ukuran ikan paus ini, sama halnya bangunan bertingkat lima. Sementara beratnya, setara dengan berat 20 hingga 25 ekor gajah.

Mampu Menahan Nafas Hingga 70 Menit

Seperti halnya lumba-lumba, paus bernafas dengan paru-paru sehingga dirinya akan muncul air ke permukaan untuk bernafas. Namun, tak seperti jenis paus pada umumnya. Paus Koteklema memiliki kemampuan menahan nafas dalam waktu yang sangat lama. Jika paus lain dapat tetap berada di bawah laut selama kurang lebih 15 hingga 20 menit tanpa bernafas, namun beda halnya dengan koteklema. Paus ini dapat bertahan selama 70 menit tanpa muncul ke permukaan untuk bernafas, sehingga mereka mampu menyelam hingga kedalaman lebih dari 1.000 meter.

Habitat dan Kebiasaan Makan

Pada Paus Koteklema sang pejantan umumnya hidup menyendiri. Sementara para betinanya hidup secara berkelompok, yang terdiri dari sekitar 10 ekor betina. Mamalia raksasa ini juga suka hidup di laut yang dalam dan luas. Paus koteklema jarang berenang di dekat pantai. Namun mereka cenderung menghuni lautan dalam untuk mencari makanan utamanya, yaitu cumi-cumi raksasa.

Paus koteklema merupakan hewan karnivora yang senang berburu cumi-cumi raksasa yang memiliki panjang lebih dari 10 meter. Paus koteklema yang tubuhnya dua kali lebih panjang dari cumi raksasa, bisa menyelam sedalam 3,2 kilometer untuk berburu. Saat dikedalaman, paus ini tidak bisa melihat karena gelapnya laut dalam. Namun, ia dapat mencari mangsanya dengan menggunakan kemampuan ekolokasi. Ia akan membuat suara klik untuk memantulkan objeknya. Dan kemampuan ekolokasi yang dimilikinya, merupakan yang terhebat di dunia hewan.

Itulah beberapa keunikan Paus Koteklema yang bisa kita temukan di Laut Sawu Nusa Tenggara Timur. Jika Anda tertarik ingin mengunjunginya, Anda dapat menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Kabar baiknya, saat ini maskapai Garuda Indonesia sedang memiliki promo khusus hingga 31 Januari 2016. Anda dapat melakukan pembayaran pembelian tiket secara online, Travel Agent maupun secara langsung ke tiket office menggunakan metode pembayaran dengan Kartu Kredit BCA tentunya. Jadi pastikan Anda sudah memiliki kartu kredit dari Bank BCA ya! Selamat berwisata! (ads)

 

(Visited 22 times, 1 visits today)
Kategori: Travel
Tags: #WisataLaut

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*