Peruntungan Tahun Kambing Kayu, Antara Keanggunan dan Bencana
BeritaPrima, Jakarta - Bagi sebagian masyarakat, khususnya etnis Tionghoa, setiap tahun punya peruntungan berbeda-beda sesuai dengan shio-nya. Menurut penanggalan Cina, tahun ini merupakan tahun kambing kayu, yang dimulai saat Imlek hari ini, Kamis (19/2/2015) dan berakhir pada 7 Februari 2016.
Kambing adalah tanda kedelapan dari Zodiak Cina yang terdiri dari 12 Shio. Angka “8” dalam kebudayaan Cina adalah salah satu angka yang dapat memberikan keberuntungan serta melambangkan perdamaian dan kemakmuran. Di Cina, ada pepatah yang sangat terkenal: “Tiga kambing membawa harmoni dan kemakmuran”. Secara umum, orang yang lahir di Tahun Kambing Kayu adalah orang yang murah hati, adil, baik hati, lemah lembut dan peduli terhadap orang lain.
Menurut paranormal Tionghoa, Suhu Naga, orang yang lahir di Tahun Kambing punya karakteristik cerdas, bijaksana, artistik, murah hati, bahagia, pendiam, bermoral tinggi, sentimental dan benar-benar mempercayai orang-orang yang menginspirasi dirinya.
Kelompok kambing kayu selalu menginginkan kedamaian dan kehidupan yang tenang. Mereka sudah cukup puas berada di tengah-tengah itu semua tanpa harus menjadi seorang memimpin. Mereka adalah orang-orang yang menikmati hal-hal budaya dan mencurahkan banyak energinya pada hobi di bidang artistik. Pada prinsipnya mereka orang yang santai dan rileks dan jarang menantang arus. Terkadang mereka cenderung ragu-ragu dan pasif, namun keberuntungan hidup selalu menyertainya.
Meskipun mereka tampak rapuh di luar, tapi di dalam mereka adalah makhluk yang cukup sehat. Kebahagiaan akan membuat mereka tetap sehat. “Namun sebaliknya, ketidakbahagiaan akan membuat mereka sakit. Mereka sangat mementingkan keluarganya, makanan favorit, ulang tahun dan perayaan lainnya. Jadi, mereka dicintai tidak hanya oleh pasangan mereka, tetapi juga oleh kerabat keluarga,” jelas Suhu Naga.
Mereka berperilaku anggun dan baik hati, selalu dihormati dan dikagumi oleh orang lain. Mereka memiliki perasaan yang mendalam terhadap orang tua mereka dan merawat mereka. Selain itu, kambing kayu juga memiliki kepedulian sosial terhadap mereka yang kurang mampu. “Banyak orang-orang tak mampu akan terangkat bukan semata-mata karena uang tapi karena berbagai bentuk dukungan dari berbagai pihak agar mereka bisa maju,” ujarnya.
Tetapi di balik sisi-sisi baik tersebut ternyata ada sisi yang menakutkan dari tahun Kambing Kayu. Paranormal ternama Kota Pontianak, Suhu Aleng, mengatakan bagi sebagian warga Tionghoa, tahun Kambing Kayu justru merupakan momok yang cukup mencemaskan. Sebab, di tahun Kambing Kayu penuh bencana dan kecelakaan.
Keyakinan warga Tionghoa akan dampak bawaan dari sifat Kambing Kayu, menyebabkan banyak di antara mereka menunda untuk mendapatkan keturunan pada tahun ini. “Ada yang tak mau, anaknya lahir dengan shio kambing kayu,” ungkap Suhu Aleng, Rabu (18/2/2015).
Bagi mereka yang bershio ayam dan kelinci, tahun ini adalah tahun keberuntungan dalam berusaha. Namun mereka yang bershio kambing, kerbau, anjing, dan naga harus penuh kehati-hatian. “Empat shio ini tidak terlalu bagus kalau saya lihat. Jadi harus penuh perhitungan,” katanya.
Suhu Aleng meramal dengan menggunakan metode trance serta membaca buku-buku ramalan Cina kuno. Dengan metode kerasukan, Aleng harus menunggu saat tertentu untuk berkomunikasi dengan Dewi Kwan Im.
Saat itu adalah setiap bulan purnama pada bulan ke-8 Imlek, bertepatan dengan festival musim gugur. Meskipun ramalannya kerap jitu, Aleng mengatakan sebaiknya masyarakat menyerahkan nasibnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Semua Tuhan yang mengatur. Kita hanya bisa memprediksi saja. Intinya harus banyak berdoa kepada Tuhan,” katanya.
(Febrizky Akbar)


