Ramai-ramai Menggugat Buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’
BeritaPrima, Jakarta - Buku ‘berjudul ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ tiba-tiba menghebohkan. Banyak pihak kini ramai-ramai menggugat buku yang diperuntukkan kaum remaja ini, meskipun sebenarnya buku yang bermuatan seks bebas ini sudah terbit sejak tahun 2010.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat buku itu berisi tentang permisifitas tentang aktifitas di luar nikah. Isi itu dianggap bertentangan dengan prinsip pendidikan, moral, norma agama, susila dan juga hukum.
“Untuk itu, KPAI meminta langkah cepat para pihak, khususnya penerbit dan penulis untuk menarik buku dari peredaran,” ujar Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh melalui surat elektronik, Rabu (4/2/2015).
KPAI berencana melaporkan penulis buku psikologi ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ ke polisi. Hal ini karena KPAI menilai konten buku tersebut melanggar etika, moral dan hukum.
KPAI juga meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah preventif menceah peredaran secara luas dan penegakan hukum yang tegas. Buku tersebut, menurut Asrorun, bertentangan dengan komitmen revolusi mental yang hendak dibangun pemerintah Kabinet Kerja.
“KPAI sedang melakukan telaahan secara seksama terkait dengan isi buku ini, serta langkah-langkah yang akan diambil agar kejadian serupa tak terus berulang. Sebelumnya beredar buku ‘Why’ dengan seri pubertas yang berisi tentang cinta sesama jenis,” ucap Asrorun.
“Konten buku ini tidak hanya sekedar melanggar etika dan moral, tapi juga sudah melanggar hukum. Dalam telaahan buku ini, KPAI mempertimbangkan untuk melaporkan penulis dan penerbit ke polisi atas dugaan tindak pidana dalam kasus ini,” tambahnya.
Buku psikologi remaja ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ jadi kontroversi di media sosial. Buku tersebut dituding mengajarkan perilaku seks bebas karena secara eksplisit membolehkan remaja berpacaran untuk melakukan hubungan intim atau ML.
Sang penulis, psikolog Toge Aprilianto, sudah meminta maaf melalui laman media sosial Facebook pribadinya. Dalam permintaan maafnya, ia bersedia menghentikan penjualan buku dan mengembalikan uang para pembeli yang ingin mengembalikan bukunya.
Hal senada disampaikan anggota DPD Fahira Idris. “Walau penulis ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ sdh mnta maaf, saya brncana menempuh jalur hukum #ManaPemerintah,” tulis Fahira di akun twitternya, Kamis (5/2/2015).
Buku itu ditulis oleh psikolog Toge Aprilianto. Dia juga sudah meminta maaf melalui laman media sosial Facebook pribadinya. Dalam permintaan maafnya, ia bersedia menghentikan penjualan buku dan mengembalikan uang para pembeli yang ingin mengembalikan bukunya.
Namun, bagi Fahira itu dianggap belum cukup. Buku yang di dalam salah satu babnya juga membicarakan tentang hubungan seksual itu, dinilai racun bagi masyarakat. Sehingga harus jadi pelajaran bagi berbagai pihak, mulai dari penerbit hingga pemerintah.
“Saya sebut buku ini racun krn menganggap berzina a/ hal yang biasa. Di mana tanggungjawab moral penulis dan penerbit #ManaPemerintah,” kicaunya lagi.
Wakil Ketua Komite III DPD-RI ini menegaskan, pihak penerbit dan penulis juga harus bertanggung jawab untuk menarik seluruh buku yang sudah beredar, termasuk buku dalam format digital atau e-book.
“Minta maaf saja tidak cukup. Coba buku dia kan sudah beredar di masyarakat, sudah dibaca, itu dampaknya gimana? Makanya dia harus mau menarik seluruh bukunya dari peredaran, bukan hanya memberhentikan penjualan saja. Tarik semua bukunya termasuk e-book yang ada di internet dan dapat diunduh gratis,” ungkap Fahira panjang lebar ketika berbincang dengan detikHealth, Rabu (4/2/2015) kemarin.
Menurut Fahira, apa yang disampaikan oleh Toge dalam bukunya dapat menyesatkan remaja dan anak-anak yang membacanya. Apalagi, Toge juga dikenal sebagai psikolog yang sering mengisi acara-acara bertemakan parenting dan pengasuhan anak.
Ketika dikonfirmasi oleh detikHealth, Toge mengatakan bahwa belum saatnya ia untuk berbicara. Ia pun memilih untuk tidak berkomentar soal desakan penarikan buku-bukunya yang sudah beradar di masyarakat.
“Maaf saya belum bisa komentar. Nanti saja ya,” ucapnya singkat..
Berikut pernyataan permintaan maaf lengkap Toge di laman Facebooknya:
“Kepada Yth. Masyarakat Indonesia
Bersama ini, saya, toge aprilianto, sepenuh hati memohon maaf kepada Masyarakat Indonesia, atas kelalaian saya membuat buku saaynya aku belajar pacaran, yang ternyata memicu krisis.
-
Untuk itu, lewat media ini saya menyatakan bahwa mulai saat ini tidak akan lagi menjual buku itu, dan saya bersedia mengembalikan uang pembelian buku itu, bila ada teman yang terlanjur beli dan ingin mengembalikan buku itu kepada saya.
-
Saya sungguh berharap Masyarakat Indonesia yang budiman berkenan memaafkan kelalaian saya atas terbitnya buku tersebut. Selanjutnya saya akan berusaha lebih waspada terhadap apa yang mungkin terjadi sebagai akibat dari apa yang saya lakukan.
Terima kasih atas evaluasi yang teman-teman sampaikan. Terima kasih atas kebaikan teman-teman yang bersedian mengingatkan kelalaian saya. Terima kasih.
Salam Maaf,
toge aprilianto”

