Seorang Ayah Minta Edit Foto Almarhumah Putrinya

Bayi Hemangomia

Sophia

BeritaPrima, Ohio - Sebuah permintaan yang cukup menyedihkan dilontarkan oleh seorang pria bernama Nathen Steffel di dalam jejaring sosial Reddit beberapa waktu lalu. Kepada orang-orang yang membaca statusnya, Nathen memohon kepada siapa saja yang ahli dengan digital imaging untuk melakukan Photoshop pada foto Sophia, putrinya, yang hanya bisa bertahan hidup selama enam minggu, sebelum akhirnya meninggal dunia pekan lalu.

“Putri Saya baru saja meninggal dunia setelah bertarung sekian lama di RS anak-anak. Karena seoanjang hidupnya di harus dirawat, saya dan istri tidak pernah bisa mengambil foto dirinya tanpa selang-selang penunjang hidup. Bisakah seseorang membantu menghilangkan selang-selang tersebut dari fotonya?,” ujar Nathenn kepada Buzzfeed berasal dari Ohio, Amerika Serikat.

Respon yang didapat Nathen ternyata di luar dugaan. Ia mengaku menerima banyak sekali foto Sophia yang sudah di-Photoshop. Beberapa bahkan mengirimkan sketsa gambar diri Sophia. Nathen menceritakan, putrinya didiagnosa menderita hemangioma hepatic di organ hatinya. Sophia sebetulnya sudah berada di daftar tunggu untuk menerima cangkok hati, namun karena komplikasi yang terjadi di perut, ia harus menghembuskan nafasnya yang terakhir sebelum operasi sempat dilakukan.

Nathen dan istrinya, sebutnya lagi, sebetulnya sudah mengetahui sang putri menderita hemangioma sejak Sophia masih berada di dalam kandungan. “Tapi kami tak pernah menduga akan seburuk ini,” ujarnya.

Kepada Buzzfeed, Nathen juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada orang-orang yang bersedia “mengedit” foto Sophia. “Saya hanya ingin punya satu saja foto Sophia tanpa selang-selangnya. Ternyata banyak sekali yang merespon, sekarang kami punya banyak sekali foto Sophia yang bagus,”katanya.

Nathen dan istrinya bahkan memutuskan untuk memasang beberapa foto favorit mereka di dinding rumah. Ia juga menuturkan, respon dari orang-orang asing ini sangat meringankan hatinya. “Orang-orang mau peduli, bahkan berhenti melakukan apapun yang sedang mereka lakukan dengan hidup mereka, hanya untuk mengucapkan bela sungkawa atau mengirimkan foto Sophia ini sangat mengagumkan,” pungkas Nathen mengakhiri.

Seperti diketahui, Sophia dilahirkan pada 30 Mei 2014 di AS. Ia hanya bertahan enam pekan tepatnya meninggal pada 10 Juli 2014, di pergi setelah para dokter dan keluarga berusaha membuatnya kembali normal.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 50 times, 1 visits today)
Kategori: Keluarga & Karir

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*