Anaknya Disodomi, Seorang Ibu Malah Hadapi Teror

Orang tua korban sodomi mengaku mendapatkan teror setelah dia mengungkapkan kasus yang menimpa anaknya itu kepada para wartawan.
BeritaPrima, Tasikmalaya - Dede Ida Farida (42) yang merupakan orang tua korban sodomi mengaku mendapatkan teror setelah dia mengungkapkan kasus yang menimpa anaknya itu kepada para wartawan.
Menurut dia, keluarganya mulai banyak mendapatkan ancaman. Bahkan muncul intimidasi langsung dari beberapa orang yang mengaku aparat ke rumah korban.
“Mereka tiga orang datang sekitar pukul 14.00 WIB ke sini (kontrakan ibu korban) dan meminta dengan paksa bahwa saya harus datang ke Kantor Polsek setempat untuk melakukan pelaporan ulang atas kejadian yang menimpa anak saya,” jelas Dede, saat ditemui di rumah kontrakannya di Kecamatan Tamansari Sabtu (20/6/2015).
Namun dirinya berpegang terhadap keinginan untuk mencari keadilan. Sejak awal dirinya hanya ingin mendapatkan kejelasan dan pengakuan, sejauh mana kejadian yang menimpa anaknya tersebut.
“Maklum kami orang tidak punya, sehingga tidak tahu harus berbuat apa dan berlindung kepada siapa setelah lapor aparat kurang mendapat respon,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga pernah didatangi yang mengaku wartawan dari media Patroli dan meminta sejumlah uang kepadanya untuk mengurusi kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anaknya.
“Saya berikan uang kepada wartawan tersebut, karena saya percaya bahwa mereka akan mengurusnya. Selain itu, sekolah SDN Setia Mulya 1 Kota Tasikmalaya tempat anaknya sekolah juga menjadi lahan pemerasan wartawan gadungan. Mereka memaksa meminta uang oleh wartawan gadungan tersebut dengan mengancam akan memberitakan kejelekan sekolah tersebut,” katanya.
Kesedihan dan kecemasan pun bertambah saat dirinya harus meninggalkan rumah kontrakan yang ditempatinya sekaligus tempat usahanya. “Memang pengusiran tidak ada kaitannya dengan kasus kekerasan seksual. Saya saja yang sering nunggak kepada pemilik kontrakan yang tidak lain masih saudaranya sendiri salah seorang anggota DPRD Kota Tasikmalaya,” kata Dede.
Diberitakan sebelumnya, bocah kelas 2 Sekolah Dasar Negeri Sukamaju, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, diduga menjadi korban sodomi teman sebangkunya. Peristiwa ini diketahui saat orang tua korban A, Dede Ida mendapati anaknya menderita sakit pada dubur dan kemaluannya.
Menurut Dede, perbuatan asusila oleh temannya dilakukan sekitar November 2014. Sementara pengakuan korban kepada orang tuanya pada bulan Maret 2015. Bulan Maret itu, Dede membawa anaknya ke dokter spesialis di Rumah Sakit Dokter Sukardjo Tasikmalaya.
Hasil pemeriksaan dokter saat itu, ada infeksi di dubur korban. Dede diantar adiknya kemudian melapor ke Polsek Tamansari. Namun oleh pihak Polsek, dia disarankan melapor ke unit khusus yang lebih berwenang yakni Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota. (ren)

