Bulan Depan, Kompleks Pelacuran Kedungbanteng Ditutup

Salah satu sudut kompleks pelacuran Kedung Banteng, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
BeritaPrima, Surabaya — Kompleks Pelacuran Kedungbanteng di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akan ditutup bulan April mendatang. Pemerintah telah menyiapkan dana masing-masing Rp 5 juta untuk 176 pekerja seks komersial (PSK) di tempat itu.
Dana dari pemerintah pusat itu, menurut Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Rakyat Pemprov Jatim Ratnadi Ismaon ditujukan untuk jatah hidup, modal usaha, dan bantuan transportasi bagi para PSK.
“Semula jumlah PSK-nya 190 orang, tetapi setelah diverifikasi menjadi 176 PSK. Mereka disiapkan masing-masing Rp 5 juta,” kata dia, Jumat (6/3/2015).
Ratnadi menilai, pemerintah kabupaten setempat sudah 100 persen menyiapkan teknis penutupan kawasan lokalisasi prostitusi di Kecamatan Sukorejo itu. “Teknis penutupan kami serahkan kepada pemerintah daerah setempat, sekaligus pengawasan pascapenutupan,” kata Ratnadi lagi.
Selain di Ponorogo, tahun ini penutupan kompleks pelacuran juga dilakukan oleh Pemerintah Kota Mojokerto untuk kawasan pelacuran Balong Cangkring, di Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.
Di tempat itu, kata Ratnadi, semula ada 130 PSK. Namun, setelah diverifikasi, hanya ada 89 PSK. “Kapan waktu penutupannya, masih dibicarakan oleh pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat,” tambah dia.
Kawasan prostitusi Balongcangkring dan Kedungbanteng adalah dua tempat terakhir yang ditutup di Pemerintah Provinsi Jatim. Pada 2012, di provinsi ini ada 7.127 PSK di 47 lokalisasi. Dari puluhan kawasan itu, penutupan kawasan Dolly dan Jarak di Surabaya menjadi aksi penutupan yang paling banyak menyita perhatian.
Selanjutnya, pemerintah akan mengenakan sanksi pidana kepada siapa pun yang melakukan aktivitas pelacuran di kawasan lokalisasi yang telah ditutup itu.
(ren)

