Pihak Keluarga Bantah WNI Yang Hilang di Turki Karena Gabung ISIS

Keluarga warga Solo yang hilang di Turki.
BeritaPrima, Jakarta - Keluarga warga Solo yang hilang di Turki berharap pemerintah bertindak secepatnya dengan mencari kepastian nasib lima orang yang diduga bergabung dengan ISIS. Kelima orang tersebut, yaitu Sakinah Syawie M. Tafsir, Fauzi Umar Salim, Hafid Umar Babher, Utsman Hafid dan Atikah Hafid.
Muhammad Arif, kerabat dekat korban, meminta pemerintah atau siapapun tidak berspekulasi jika adik-adik dan keponakannya itu ikut gerakan perekrutan ISIS.
“Kami menghormati pernyataan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, yang tidak mengaitkan hilangnya saudara kami dengan ISIS. Di kalangan keluarga kami sendiri tidak pernah membicarakan atau menyinggung tentang ISIS,” ujar Muhammad Arif, saat menggelar konferensi pers, di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS),” Senin (9/3/2015).
Ia menyayangkan adanya pernyataan sejumlah pihak yang mengatakan atau menuduh keluarganya sengaja memisahkan diri dari rombongan untuk ikut ISIS.
“Kami sangat menyayangkan adanya pernyataan dari berbagai pihak yang menuduh keluarga kami ikut ISIS. Semua seharusnya memperhatikan perasaan keluarga kami. Kami ini sudah setahun tidak pengajian, kok malah dituduh gabung ISIS,” keluhnya.
Sementara itu Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum UMS, Budi Kuswanto mengatakan pihak keluarga belum akan melakukan langkah apapun dalam waktu dekat. Saat ini pihaknya fokus untuk menenangkan keluarga.
“Kondisi keluarga saat ini baru karut marut, belum sempat mikir langkah ke depan. Langkah kongkret yang akan kami lakukan adalah klarifikasi ke biro travel dan Kementerian Luar Negeri,” pungkasnya.
(ren)

