Awas, Pesawat Kargo Luar Angkasa Hantam Bumi Hari Ini

pesawat-kargo

Serpihan pesawat kargo luar angkasa Rusia dijadwalkan akan terjun ke bumi hari ini, Jumat (8/5/2015).

BeritaPrima, Pentagon - Serpihan pesawat kargo luar angkasa Rusia dijadwalkan akan terjun ke bumi hari ini, Jumat (8/5/2015). Pesawat ini sempat menghilang di luar angkasa setelah lepas dari roket Soyuz pada 28 April 2015 lalu.

Dilansir melalui Softpedia, Jumat 8 Mei 2015, ini merupakan prediksi dari para astronom di badan luar angkasa Rusia, Roscosmos. Setelah dinyatakan hilang hampir seminggu lalu, pesawat kargo itu diperkirakan akan muncul lagi dalam keadaan terbakar.

“Kapal luar angkasa itu akan benar-benar datang dalam keadaan terbakar di lapisan atmosfer dan hanya sebagian kecil elemen dari kapal itu yang akan bisa mencapai permukaan bumi,” ujar pihak Roscosmos.

Sayangnya, Roscosmos tidak memberikan detik informasi kapan tepatnya pesawat kargo itu akan terjun bebas dari luar angkasa. Bahkan lokasi dan dampak yang akan ditimbulkan dari kemunculan pesawat kargo luar angkasa milik Rusia itu masih menjadi misteri. Yang jelas, pesawat tersebut akan tampak seperti meteor yang jatuh ke bumi karena semua bodinya diselimuti api saat turun ke bumi.

Seminggu lalu, tepatnya 28 April, roket Soyuz membawa pesawat kargo untuk diterbangkan ke stasiun luar angkasa (ISS) dari landasan pacu Baikonur Cosmodrome di Kazahstan. Beberapa menit setelah meluncur, roket dan kapal terpisah. Sayangnya, semua tidak berjalan dengan mulus.

Kapal kargo itu tidak pernah mencapai ISS karena mengalami kerusakan teknis. Mesin pendorong terhenti dan pesawat mulai berputar-putar tak terkendali. Stasiun pusat Cosmodrome di bumi pun hilang kontak. Diketahui jika sejak saat itu pesawat tersebut hanya berputar-putar mengitari planet bumi. Jika dilihat dari perhitungan dan kemungkinan yang terjadi, kapal itu memang akan kembali ke bumi Jumat hari ini.

Pesawat kargo itu diperuntukkan untuk membawa suplai bagi para astronaut kru di ISS. Di dalamnya terdapat tiga ton air, makanan, oksigen, perangkat pendorong, dan suplai lainnya. Akibat kejadian ini, suplai makanan dan barang untuk para astronaut di ISS tidak akan bertahan lama. Paling lambat sampai Juni. Jadwal pengiriman suplai berikutnya akan dilakukan pada Juni nanti dengan berat muatan sekitar 15 ton.

NASA memastikan jika kejadian ini tidak akan memberikan dampak buruk yang signifikan terhadap aktivitas di stasiun luar angkasa. (feb)

(Visited 29 times, 1 visits today)
Kategori: Sains

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*