Ketika Ngecharge Laptop Dibandrol Rp 400 Ribu

Heboh ngecharge laptop dibandrol Rp 400 ribu (ilustrasi).
BeritaPrima, Jakarta - Seorang pelanggan Marche Restaurant di Plaza Senayan, Jakarta Selatan, protes akibat dikenakan tarif mahal mengisi baterai laptop. Hal itu terjadi pada tanggal 23 Maret 2015. Namun, karena pelanggan itu sebelumnya tidak mendapat pemberitahuan akhirnya terlepas dari tagihan itu.
Berdasarkan setruk pembayaran yang diunggah Leonita Julian dalam akun path @leonisecret, terlihat biaya charger Rp 400 ribu. Lita merasa heran dengan tarif yang terbilang tak masuk akal itu.
“Ini serem amat, Ngecharge laptop di marche PS, tau2 kena biaya listrik gede 400 rb,” tulis dia, Sabtu (4/4/2015).
Postingan itu langsung mendapat komentar teman-temannya. Mereka kebanyakan menilai harga yang dipatok oleh Marche Restaurant tidak masuk akal.
“Gak bisa dikomplain yah harganya yg sangat gak masuk akal? 400ribu itu tagihan listrik 1 bulan di rumah kecil,” komentar Riyan Wahyudi.
“Gue konfirmasi ke pihak Marche, charge itu bener sih, tapi selalu kasih tau dulu,” tambah Ary Mozta.
Sementara itu pihak Marche Restaurant menyatakan sudah resiko pelanggan jika dikenakan tarif mahal ketika mengisi baterai laptop di tempat makan itu. Mereka memang tidak menyediakan layanan untuk charger komputer jinjing tersebut.
“Di restoran kami enggak boleh ngecas (isi baterai) soalnya tegangan untuk laptop enggak disediakan di ruangan dalam. Kalau mau, di ruangan depan boleh gratis,” kata salah satu pelayan, Desi, Sabtu (4/4/2015).
Menurutnya, pelanggan yang dikenakan tarif isi baterai Rp 400 ribu memang telah diberitahu sebelumnya. Pengunjung itu sempat memaksa untuk mengerjakan tugas di ruangan dalam.
“Kalau memaksa isi baterai laptop buat mengerjakan tugas di dalam kena tarif Rp 100 ribu per jam. Kami selalu memberitahukan dulu kepada pengunjung di awal, tapi mereka sering ngeyel,” terang dia.
Dia juga mengakui jika tidak ada aturan di Marche Restaurant terkait tarif isi baterai laptop karena tidak menyediakan layanan tersebut. Maka dari itu, mereka selalu berusaha memberitahu pengunjung soal tarif isi baterai laptop yang bakal dikenakan.
“Kami memang tidak ada dasar harga buat isi baterai laptop karena kami tidak ada layanan itu. Tarifnya kesepakatan antara pengelola dan tamu,” pungkas dia. (aud)

