Pecahkan Soal Berusia 3 Abad, Profesor Ini Dapat Hadiah Rp9,2 M
BeritaPrima.com – Seorang profesor dari Universitas Oxford menerima hadiah sebesar 495 ribu poundsterling atau sekira Rp9,2 miliar karena berhasil memecahkan persoalan matematika yang telah berusia tiga abad.
Sir Andrew Wiles dianugerahi penghargaan Abel Prize oleh Akademi Norwegian Academy of Sains and Letters atas pembuktian Teorema Terakhir Fermat (Fermat Last Thorem) atau yang sering juga disebut sebagai Fermat Conjecture yang dipublikasikan pada 1994. Pencapaian Sir Andrew itu merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah ilmu matematika.
Penghargaan tersebut rencananya akan diserahkan oleh Pangeran Haakon dari Norwegia di Oslo pada Mei mendatang.
“Menerima Abel Prize dan bisa bergabung dengan para penerima sebelumnya yang telah memberikan kontribusi luar biasa di bidang ini adalah sebuah kehormatan yang luar biasa,” kata Sir Andrew sebagaimana dilansir Telegraph, Kamis (17/3/2016).
“Persamaan Fermat adalah gairah saya dari semasa muda, dan memecahkannya memberikan kepuasan yang luar biasa,” tambah profesor berusia 62 tahun itu.
Teorema terakhir Fermat diciptakan oleh matematikawan Prancis Pierre de Fermat pada 1637. Teorema ini berbunyi untuk n > 2, tidak ada bilangan bulat bukan nol x, y, dan z yang memenuhi persamaan xn + yn = zn .
Persamaan ini merupakan soal matematika yang paling populer dan paling lama dipecahkan dalam sejarah ilmu matematika hingga akhirnya Wiles memberikan pembuktiannya pada 1994.
Abel Prize merupakan sebuah penghargaan di bidang matematika yang diambil dari nama matematikawan Norwegia Niels Henrik Abel yang meninggal pada 1829. Penghargaan ini mulain diberikan pada 2002 dan tahun lalu dianugerahkan kepada matematikawan Amerika Serikat (AS) John F. Nash Jr. dan matematikawan Kanada Louis Nirenberg. (feb)

