Anggota Tim Transisi, Dari Walikota Sampai Eks Pimpinan KPK

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, akhirnya mengumumkan 17 Nama anggota Tim Transisi yang akan mengambil alih peran PSSI.
BeritaPrima, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, akhirnya mengumumkan 17 Nama anggota Tim Transisi yang akan mengambil alih peran PSSI. Namun dari seluruh nama, hanya sebagian kecil yang punya pengalaman bersinggungan langsung dengan sepakbola Indonesia.
Dari 17 nama, sebagian besar memang sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Nama-nama ini merupakan gabungan dari mantan anggota militer, walikota aktif, petinggi KPK, hingga pengusaha.
Dua Nama yang paling mencuat adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil, dan Mantan Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Riyanto.
Nama Ridwan Kamil kini sedang mencuat karena dianggap berhasil memimpin Kota Kembang. Berbagai inovasi program yang dibuatnya, membuat Bandung menjadi salah satu kota paling maju saat ini.
Kemudian, Bibit Samad Riyanto. Purnawirawan Polisi bintang dua ini merupakan mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Nama Bibit mencuat saat konflik ‘Cicak vs Buaya jilid I pada tahun 2009 lalu.
Dari latar belakang militer, ada nama Letnan Jendral TNI Lodewijk F. Paulus. Jendral bintang tiga ini pernah menjabat sebagai Danjen Kopassus 2009-2011, dan Pangdam Bukit Barisan 2011. Saat ini ia menjabat sebagai Dankodiklat TNI AD sejak tahun 2013.
Dari kalangan pengusaha, ada 3 nama yang dimasukan Kemenpora ke Tim Transisi. Ketiga nama tersebut antara lain, Iwan Lukminto (Bos Sritex), Francis Wanandi (Pengusaha Bisnis Kebugaran), dan Andrew Darwis (Chief Technology Officer Kaskus.co.id).
Dari semua nama anggota Tim Transisi, hanya nama Ricky Yakobi yang sangat dekat dunia sepakbola. Mantan penyerang Timnas Indonesia era 80an, adalah legenda hidup Timnas Garuda. Ia pernah membawa Indonesia meraih medali emas SEA Games 1987 di Jakarta.
Yang jadi pertanyaan kemudian, apakah mampu ke-17 nama ini bisa menjalankan fungsinya untuk mengambilalih tugas PSSI. Sebab, hanya satu nama yang memiliki kedekatan dengan dunia sepakbola Indonesia.
Saat ditanya soal kualifikasi dan penjelasan latar belakang nama-nama ini, Menpora justru enggan membeberkannya. Hal ini kemudian dijawab oleh Deputi V Kemenpora, Gatot Dewa Broto.”Anggota ini kami pilih karena kami anggap mereka kredibel dan tidak memiliki muatan apapun,” kata Gatot.
Ada empat tugas utama tim yang dibentuk oleh Menpora ini. Salah satunya adalah bisa memastikan kompetisi sepak bola di semua level tetap berjalan. Selain itu, tim ini juga bertanggung jawab soal kepastian Timnas Indonesia, bisa mengikuti ajang internasional, termasuk SEA Games 2015. Lihat berita lengkapnya pada tautan ini.
Pembentukan Tim Transisi ini tentu saja semakin mendekatkan Indonesia dengan sanksi FIFA. Sebab, sebelumnya asosiasi federasi sepakbola dunia itu telah mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak mencampuri PSSI.
Lewat surat terakhirnya kepada PSSI, FIFA mengancam akan menjatuhkan sanksi bila masalah tidak selesai hingga 29 Mei 2015. (feb)

