Beri SP3 PSSI, Tetapi Menpora Tetap Janji Hadiri KLB

Menpora, Imam Nahrawi, mengaku akan hadir dalam pembukaan Kongres di Surabaya, Sabtu 18 April 2015. (Foto: BeritaPrima/dok)
BeritaPrima, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga kembali melayangkan surat teguran untuk ketiga kalinya kepada PSSI, yang dianggap mengabaikan dua surat teguran yang sudah diberikan sebelumnya.
Surat Peringatan (SP) 3 itu dikirim ke kantor PSSI hari Kamis, 16 April 2015. Surat ini merupakan tindak lanjut dari surat tanggapan PSSI satu hari sebelumnya.
“Surat tanggapan PSSI secara substansial tidak menyentuh pokok persoalan sekaligus belum menunjukkan adanya tindakan kongkret/nyata dalam melaksanakan kebijakan Menpora melalui BOPI,” demikian antara lain bunyi SP3 tersebut.
Keputusan PSSI untuk menghentikan kompetisi Indonesia Super League (ISL) sejak 12 April sampai akhir bulan nanti juga jadi sorotan Menpora. Karena tak ada perintah pada PSSI untuk menghentikan sementara ISL 2015.
Melainkan meminta secara tegas kepada PSSI untuk memerintahkan PT Arema Indonesia (klub Arema) dan PT Mitra Muda Inti Berlian (klub Persebaya) untuk patuh dan melaksanakan keputusan Ketua Umum BOPI, sebagai implementasi perundang-undangan nasional, statuta FIFA, dan AFC Club Lisencing Regulations.
Menpora pun meminta PSSI untuk melaksakan segala permintaan dalam surat Teguran Terulis I dan II selambat-lambatnya 1×24 jam, sejak diterimanya surat Teguran Tertulis III tersebut.
“Apabila PSSI tidak melaksanakan tugas surat Terguran Tertulis ini, Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga akan mengambil tindakan tegas berupa penjatuhan sanksi administratif lebih berat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tambah surat tersebut.
Surat teguran pertama Menpora kepada PSSI datang pada 8 April 2015 kemarin, karena PSSI terbukti melakukan pelanggaran terhadap keputusan Ketua Umum BOPI karena mendorong klub yang tidak memperoleh rekomendasi dari BOPI untuk tetap melakukan pertandingan pada tanggal 5 April.
Dalam surat itu juga PT Arema Cronus dan PT Mitra Muda Inti berlian diperintahkan untuk segera melaksanakan keputusan Ketua Umum BOPI tentang rekomendasi penyelenggaran kompetisi ISL 2015, selambat-lambatnya tujuh hari sejak diterima terguran tertulis tersebut.
Setelah diberi teguran dua kali, PSSI akhirnya mengirim surat kepada Kemenpora, yang isinya menjelaskan bahwa PSSI menghentikan sementara ISL 2015 atas hasil rapat Komite Eksekutif tanggal 10 April. Mereka juga menyatakan, permasalahan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh anggota Komite Eksekutif terpilih hasil Kongres Luar Biasa PSSI pada 19 April.
Hadiri KLB PSSI
Di lain pihak, meskipun memberi peringatan keras kepada PSSI, tetapi Menpora, Imam Nahrawi, mengaku akan hadir dalam pembukaan Kongres di Surabaya, Sabtu 18 April 2015. Menpora akan menemani Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, yang direncanakan akan membuka Kongres PSSI.
Menpora mengaku telah menerima undangan dari PSSI untuj hadir dalam hajatan besar induk organisasi sepakbola nasional tersebut.
“Saya baru jam 11.30 tadi mendapat undangan dari PSSI,” ujar Imam Nahrawi kepada wartawan di kantornya, Kamis 16 April 2015.
“Saya juga diminta pak wakil presiden untuk menemani beliau ke sana,” lanjutnya menjelaskan.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini berharap, Kongres PSSI nanti akan bisa menggerakkan semangat intropeksi dalam internalnya. “Bahwa ada desakan untuk memperbaiki sepakbola nasional. Semoga itu menjadi refleksi seluruh peserta kongres,” tuturnya.
Namun, ada yang membuat Menpora bimbang. Di hari yang sama, Imam Nahrawi juga diminta untuk membuka acara Indonesia Youth and Sport (IYos) 2015 di Cibubur. “Ini (IYos) sebenarnya agenda lama. Saya akan mempertimbangkan untuk bisa hadir di dua acara tersebut,” kata pria asal Bangkalan, Madura, tersebut.
Kongres PSSI di Surabaya sebenarnya sangat penting. Sebab, salah satu agenda dalam Kongres tersebut adalah memilih Ketua Umum PSSI periode 2015-2019. (feb)

