Impian Arema Cronus Masuk Final Piala Sudirman Kandas

arema3BeritaPrima.com, Malang - Tensi tinggi terjadi pada pertandingan leg kedua babak semifinal Piala Jenderal Sudirman yang mempertemukan Arema Cronus melawan Mitra Kukar di stadion Kanjuruhan, Minggu (17/1).

Sejak wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai, kedua tim sering terlibat dalam adu fisik. Mitra Kukar sempat membuat jantung Aremania berdetak kencang saat menit kedua, Rizky Pellu mampu melepaskan sundulan yang masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Arema yang kali ini dijaga oleh Kurnia Meiga.

Tim Singo Edan mulai keluar menyerang. Hasilnya pada menit 15, wasit menunjuk titik penalti karena Esteban Vizcarra yang dalam posisi aka menerima bola diapit dua pemain belakang Mitra Kukar yang membuatnya terjatuh. Penalti ini sempat diprotes oleh pemain Mitra Kukar. Namun wasit tak bergeming. Cristian Gonzales yang maju sebagai algojo mampu menyelesaikan dengan baik. 1-0 untuk keunggulan Arema Cronus.

Keunggulan tim Singo Edan ini membuat tensi pertandingan naik. Insiden fisik terus terjadi. Puncaknya pada menit 24 terjadi keributan antara Abdul Gamal dengan Toni Mossi. Gamal terlihat melanggar Mossi. Pelanggaran ini membuat pemain Arema Cronus tak terima. Sempat terjadi keributan yang membuat pelatih kedua tim baik Joko Susilo dan Jafri Sastra masuk ke lapangan untuk menenangkan para pemainnya.

Mitra Kukar pun sempat tak mau melanjutkan pertandingan. Meski hal ini tak berlangsung lama. Saat pertandingan kembali berlanjut, wasit memutuskan memberi kartu merah kepada Toni Mossi dan Abdul Gamal. Keluarnya Mossi membuat penguasaan bola pemain Arema kalah. Mitra Kukar lebih unggul di lini tengah.

Menit 30, Patrick Dos Santos mengancam gawang Arema namun sepakan bebasnya masih menyamping di sisi kiri gawang Kurnia Meiga. Momen bola mati yang kembali didapat Mitra Kukar pada menit 31 berbuah gol. Dari hasil sepak pojok, Arthur Cunna mampu menyundul bola dengan baik yang tak mampu dihalau oleh Kurnia Meiga. Skor berubah menjadi 1-1.

Tim Singo Edan langsung bereaksi dengan gol ini. Semenit kemudian, Cristian Gonzales kembali bisa mengancam. Namun kali ini sundulan akuratnya mampu ditepis dengan baik oleh kiper Mitra Kukar, Shahar Ginanjar. Usaha demi usaha Arema Cronus membuat gol akhirnya terbayar pada menit 42. Dendi Santoso yang menyisir sisi kanan mampu mengirimkan umpan akurat dan berhasil diselesaikan dengan baik oleh Gonzales. Skor pun berubah 2-1 dan bertahan hingga babak pertama selesai.

Memasuki babak kedua, strategi diubah oleh pelatih Arema Cronus dengan memasukkan Hendro Siswanto dan Samsul Arif untuk menggantikan Ahmad Bustomi dan Dendi Santoso. Masuknya dua pemain ini membuat permainan Arema Cronus lebih direct atau tak lama memegang bola. Namun peluang baru tercipta pada menit 69, sepakan Hendro Siswanto masih melebar di sisi kiri gawang Shahar.

Arema Cronus semakin diatas angin saat Mitra Kukar harus bermain dengan 9 pemain ketika Bayu Pradana pada menit 71 di kartu merah oleh wasit setelah melanggar Esteban Vizcarra. Hanya melawan 9 pemain membuat Kurnia Meiga dkk sangat menguasai pertandingan. Sementara Mitra Kukar lebih memilih bertahan dan sudah siap untuk memaksakan adu penalti.

Dua peluang emas dicatatkan oleh Arema pada dua menit beruntun. Menit 81, sepakan keras Esteban Vizcarra mampu diblok oleh Shahar ginanjar. Kemudian satu menit kemudian, giliran sepakan I Gede Sukadana yang mampu ditepis oleh eks kiper Persib Bandung. Skor 2-1 pun bertahan hingga pertandingan selesai yang membuat harus dilanjutan ke babak adu penalti.

Pada adu penalti ini, tiga eksekutor Arema Cronus gagal melaksanakan tugas dengan baik yaitu I Gede Sukadana, Hendro Siswanto dan Cristian Gonzales. Hanya dua pemain yang berhasil yaitu Samsul Arif dan Esteban Vizcarra. Sementara Mitra Kukar hanya satu pemain gagal yaitu Yanto Basna dan tiga lainnya berhasil yaitu Patrick Dos Santos, Rodrigo Santos dan Zulkifli. Skor 3-2 menutup adu penalti ini.

Hasil ini membuat Mitra Kukar berhak maju ke babak final Piala Jenderal Sudirman untuk melawan Semen Padang yang akan dihelat, Minggu (24/1) di stadion Gelora Bung Karno Jakarta. (dik)

(Visited 23 times, 2 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*