Kalah Lagi, Strategi Pellegrini Dikritik
BeritaPrima, Manchester – Manchester City menelan kekalahan dua kali secara beruntun yakni saat melawan Barcelona tengah pekan lalu dan Liverpool semalam (01/03/2015). Atas kekalahan ini, strategi yang digunakan pelatih City, Manuel Pellegrini mulai dipertanyakan.
Saat kalah dari Barcelona, Pellegrini menerapkan formasi 4-4-2. Strategi itu menuai kritikan yang membuatnya harus melakukan pembelaan. Dalam formasi tersebut, City menggunakan dua penyerang, formasi ini dinilai membuat lini tengahnya jadi kurang solid. Apalagi pemain berteknik seperti David Silva dan Samir Nasri, yang dipasang di sektor kanan dan kiri luar, menjadi kurang optimal dalam membantu bertahan dalam formasi tersebut.
Melawan Liverpool, formasi yang sama kembali diterapkan Pellegrini. Lini depan City diisi oleh Edin Dzeko dan Sergio yang menjadi duet ujung tombak, dengan Silva dan Nasri lagi-lagi bersiaga di kanan dan kiri luar. perbedaannya, sektor tengah lapangan saat itu diisi oleh Yaya Toure dan Fernandinho, menggantikan kombinasi James Milner dan Fernando saat melawan Barca.
Sementara Pablo Zabaleta dan Vincent Kompany kembali mengisi lini bertahan City ditemani oleh Eliaquim Mangala dan Aleksandar Kolarov yang menggantikan Martin Demichelis dan Gael Clichy pada saat melawan Barcelona.
Jamie Carragher, yang juga mantan pemain Liverpool ikut berkomentar keputusan Pellegrini yang memasang 4-4-2 lagi. “Menggunakan sistem itu (4-4-2) di partai-partai besar merupakan hal naif. Sungguh memalukan untuk seorang manajer dengan kemampuan sepertinya menghadapi pertandingan lawan Barcelona untuk tahun kedua beruntun dan kemudian ke Anfield seperti ini,” ungkap Carragher kepada daily Mail.
“Ada sesuatu yang tidak pas mengenai City dan harus ada perubahan saat musim berakhir,” pungkasnya.
(Muhammad Robbani)


