Kontroversi Blatter Dalam 17 Tahun Terakhir FIFA

Presiden FIFA Joseph Blatter

Belum sepekan menjalani periode kelimanya, Sepp Blatter memilih mundur.

BeritaPrima, Jakarta - Sepp Blatter kembali terpilih menjadi Presiden FIFA, usai memenangi pemilihan untuk periode 2015-2019, dengan mengalahkan Pangeran Ali bin Hussein. Namun, belum sepekan menjalani periode kelimanya, pria asal Swiss tersebut memilih mundur.

Menilik ke belakang, Blatter merupakan mantan pesepakbola liga amatir, yang kemudian memilih meneruskan karier dari “balik layar”. Dikutip dari berbagai sumber, dia pernah menjadi public relation di Valaisan Tourist Board di Swiss dan Sekjen Federasi Hoki Swiss.

Di FIFA, Blatter mulai “ngantor” dengan menjabat direktur teknis pada 1975, di bawah kepemimpinan Joao Havelange. Enam tahun berselang, dia dipercaya untuk menjadi tangan kanan Havelange, sebagai Sekretaris Jendral FIFA.

Karier Blatter sebagai Sekjen mulus, sampai akhirnya mengikuti pemilihan Presiden FIFA pada 1998. Dan, dia pun memenangi pemilihan dan diangkat pada 8 Juni 2015. Luar biasanya, jabatan tersebut terus dipertahankannya hingga 17 tahun ke depan.

Kendati demikian, perjalanan kariernya sebagai orang nomor satu di FIFA tak jauh-jauh dari kontroversi. Tuduhan korupsi pun tak jarang ditujukan kepada organisasi pimpinannya, yang dianggap hanya membuat FIFA semakin kaya.

Ucapan-ucapannya pun sering kontroversial dan membuat orang menghujatnya. Salah satunya, Blatter pernah mengatakan kalau dia bisa mengerti jika skandal pengaturan skor terjadi Afrika, tapi di Italia, dia meragukannya.

Kontroversi lainnya, Blatter pernah mendukung diving dalam pertandingan sepakbola. Dikatakannya, merupakan hal biasa saat pemain bersikap berlebihan saat dilanggar oleh lawan. Hal tersebut dianggapnya bukan sesuatu yang buruk.

Pada Oktober 2013, Blatter menyebut Lionel Messi sebagai anak baik dan Cristiano Ronaldo pria banyak gaya, yang menghamburkan uang untuk penata rambut. Parahnya, itu dikatakan jelang pemilihan FIFA Ballon d’Or 2013, di mana kedua pemain menjadi kandidat.

Namun di balik semua kontroversi, Blatter dianggap peduli kepada negara-negara berkembang dalam sepakbola. Blatter pun pernah mengungkap bahwa dia mencintai Afrika, setelah berkunjung ke Ethiopia pada 1976.

Tak heran, konfederasi sepakbola Afrika (CAF), Asia (AFC), Amerika Selatan (Conmebol), dan Oceania (OFC) mendukug penuh Blatter pada Pilpres FIFA lalu. Sedangkan Konfederasi sepakbola Eropa (UEFA) dan Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) mendukung Pangeran Ali.

Namun, misi Blatter untuk meneruskan rezim di FIFA terganggu oleh penangkapan sejumlah pejabat FIFA oleh Departemen Hukum Amerika Serikat, beberapa hari sebelum Kongres ke-46 dan Pilpres. Meskipun saat itu Blatter menolak mundur dari pencalonan.

Dan, setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak, Blatter akhirnya memilih melepaskan jabatannya, sebagai bentuk pertanggung jawaban atas skandal yang menyeret para anak buahnya. Tapi, Blatter masih akan melaksanakan tugasnya hingga presiden baru terpilih.

Biodata Sepp Blatter

Nama Lengkap: Joseph S Blatter
Tempat/Tanggal lahir: Visp, Canton Valais, Swiss, 10 Maret 1936
Kebangsaan: Swiss
Istri: Barbara Kaeser (1980-?), Graziella Bianca (2002-2004)
Anak: 1
Almamater: Universitas Lausanne
Menjabat Presiden FIFA sejak: 8 Juni 1998

(feb)

(Visited 31 times, 1 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*