Mazzari Ungkap Kekesalannya Dipecat Inter Milan

mazzuri

Walter Mazzari. (Foto: BeritaPrima/ist)

BeritaPrima, Jakarta – Sehabis melepaskan jabatannya sebagai pelatih di Inter Milan, Walter Mazzari kembali mengungkapkan kekesalannya dalam sebuah wawancara. Ia memberikan kritik kepada manajemen Inter Milan yang telah memecatnya tanpa alasan jelas.

Pelatih berusia 53 tahun itu telah dibebas tugaskan dari I Nerazzuri sejak November 2014 lalu menyusul empat kekalahan beruntun yang diterima Inter Milan.

Padahal, catatan yang ditorehkan mantan pelatih Napoli itu bisa dibilang cukup bagus. Musim lalu, ia berhasil membawa La Beneamata berada di posisi lima besar dan lolos ke Liga Eropa.

Sebenarnya, pada awal musim ini Inter Milan berhasil menduduki posisi posisi tiga klasemen dibawah Juventus dan AS Roma. Sayang, konsistensi permainan yang ditunjukkan Palacio cs tidak bertahan lama, dan mendekati pertengahan musim Inter kian jatuh ke posisi yang tidak seharusnya.

Hingga akhirnya, Mazzari yang kian terancam posisinya sebagai pelatih kepala akhirnya dipecat Inter Milan. Sebagai gantinya, Inter kembali memanggil Roberto Mancini yang kembali menganggur usai dipecat oleh manajemen Galatasaray. Sebelumnya, Mancini pernah melatih Inter Milan pada rentang waktu 2004-2008.

Mazzari menilai bahwa keputusan yang diambil Inter untuk memecatnya merupakan keputusan ganjil. Sebab, Mazzari pernah menjelaskan kepada jajaran manajemen bahwa akan membangun Inter Milan sesuai dengan proyek yang ia janjikan. Pada saat itu, Manajemen sebenarnya juga memberikan dukungan.

“Dalam pikiran saya tidak ada alasan kuat memecat saya. Sejauh apa yang tengah terjadi di lingkup Inter, saya telah mengutarakan hal tersebut,” jelasnya kepada World Soccer Digest.

Dia juga menjelaskan proyek serupa yang dilakukan dalam tim pernah juga diterapkan di klub sebelumnya, Napoli.”Staf yang selalu bekerja dengan saya bisa mengakuinya dalam beberapa tim yang yang saya tangani, termasuk Inter, selalu ada rencana permainan yang tepat dan proaktif,” lanjutnya.

Selama satu setengah musim masa kepelatihannya, Mazzarri dikenal sebagai sosok yang gemar memainkan pola tiga bek. Skema yang dianggap kurang cocok bagi sebagian pengamat.

“Padahal, Antonio Conte memainkan pola tiga bek bertahan dan mereka memenangkan dua gelar scudetto berturut-turut.”

Bagi Mazzari, pihak I Nerazzuri telah salah mengambil keputusan. Keputusan yang diambil oleh klub yang dipimpin oleh Erick Thohir itu masih bertahan pada pola lama. Sehingga harus ada yang di rubah secara taktik.

“Tetapi orang melihatnya memang sudah menjadi tugasnya seperti itu. Bagi mereka hitungan matematika lebih bisa diterima,” pungkas mantan pelatih Napoli dan Sampdoria itu.

Saat ini, posisi Inter Milan di bawah asuhan Roberto Mancini berada di peringkat ke-10 dengan 32 poin, tertinggal 15 poin dari Juventus di puncak klasemen.

(Ichsan Husyaifi)

(Visited 1 times, 1 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*