Pekan Depan, Komisi X Kembali Panggil Menpora

PELANTIKAN KNPI 2015-2018

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. (Foto: BeritaPrima/dok)

BeritaPrima, Jakarta - Komisi X DPR RI kembali menjadwalkan pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, untuk menyelesaikan kisruh sepakbola nasional. Rencananya, Komisi X akan bertemu dengan Imam pada pekan depan.

Wakil Ketua Komisi X, Ridwan Hisjam, mengklaim sebelumnya sudah dua kali memanggil Imam untuk hadir dalam rapat. Namun, Imam tak bisa datang di dua pertemuan tersebut. Salah satu alasannya adalah masih sibuk dengan kegiatan terkait SEA Games 2015.

“Insya Allah minggu depan Komisi X akan mengundang kembali Menpora untuk hadir, membicarakan masalah sepakbola,” kata Ridwan ketika ditemui di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 6 Juni 2015.

Ridwan menuturkan hanya ada satu agenda yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Imam. Komisi X ingin meminta penjelasan dari Imam terkait terbitnya SK Pembekuan PSSI.

Seperti diketahui, SK inilah yang menjadi penyebab dari hadirnya sanksi FIFA. Hingga 29 Mei 2015 lalu, SK ini belum juga dicabut. FIFA menilai SK Pembekuan PSSI merupakan salah satu simbol adanya intervensi pemerintah di sepakbola Indonesia. Alhasil, PSSI pun dijatuhi sanksi FIFA dan beberapa turnamen internasional tak bisa diikuti oleh timnas serta klub.

“Kami akan membicarakan masalah sepakbola. Maunya sepakbola ini dibawa pemerintah ke mana, pasca sanksi FIFA,” tutur Ridwan.

Keputusan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut yang terlalu mudah menerbitkan SK Pembekuan serta enggan mencabutnya, meski sudah ada ancaman FIFA, juga menjadi sorotan. Ridwan menilai PSSI merupakan organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang seharusnya dilindungi oleh pemerintah.

“PSSI itu kan organisasi kemasyarakatan, padahal ormas itu dilindungi. Ada Undang-Undang Ormas. Seharusnya tidak mudah ormas itu dibubarkan atau dibekukan. Ormas yang suka ribut di Jakarta saja tidak mudah dibubarkan,” ujar Ridwan.

Kisruh sepakbola nasional sebenarnya muncul dari tudingan beberapa pihak tentang adanya jaringan mafia sepakbola di Indonesia. Dan PSSI dianggap sebagai sarangnya.

Terkait masalah ini, Ridwan angkat bicara. Menurutnya, jika ada jaringan mafia di sepakbola Indonesia, sudah seharusnya yang mengusut pihak kepolisian. Dia menyebut pembekuan PSSI bukanlah jalan keluar yang tepat untuk memberantas jaringan mafia di sepakbola Indonesia.

“Kalau ada tudingan atur skor dan lain sebagainya, tangkap saja. Yang atur skor ditangkap. Seperti di FIFA yang ditangkap FBI. Tapi toh, FIFA-nya tidak dibekukan kan?” kata Ridwan. (dik)

(Visited 27 times, 1 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*