PSSI Tuding Menpora Bersikap Ambivalen

pssi2BeritaPrima, Jakarta – Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Hinca Pandjaitan, menilai Menteri Olahraga Imam Nachrawi bersikap ambivalen atau bercabang dan saling bertentangan. Pasalnya, surat Menpora kepada induk sepakbola dunia, FIFA, sudah dijawab pada 10 April 2015.

“Menpora ambivalen, FIFA sudah tegur, menjawab surat Kemenpora agar jangan intervensi pada 10 April,” beber Hinca di Kompleks DPR RI, Senayan, Kamis (7/5/2015).

Saat ini FIFA kembali mengirim surat yang ditujukan ke PSSI. Adapun inti surat tersebut, lanjut politikus Partai Demokrat ini, berisi penegasan agar Kemenpora tidak lagi ikut campur. Sementara batasan waktu yang diberikan oleh lembaga yang berkantor di Zurich, Swiss, tersebut hingga 29 Mei. Jika tidak mengindahkan, Indonesia akan mendapat sanksi.

“Surat terakhir itu ke PSSI. Dalam surat itu disebutkan segera diberitahukan ke Menpora batas 29 Mei 2015. Kalau tetap intervensi, mau di-suspect,” imbuhnya.

Hinca menegaskan, PSSI sebagai organisasi, mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Ormas. Karena itu, Menpora tidak berhak melarang orang untuk berserikat, termasuk dalam bidang olahraga.

“Kalau Menpora membekukan PSSI, itu sama halnya melarang warga berserikat, itu pelanggaran UUD juga,” sambungnya.

Selanjutnya, Hinca menganalogikan sikap kenak-kanakan Menpora dengan membubarkan sekolah saat dua dari 18 siswanya bermasalah. Seperti diketahui, Menpora melakukan langkah tersebut setelah Persebaya dan Arema Malang dianggap tidak lulus verifikasi lantaran dualisme kepemilikan.

“Mulanya verifikasi, 16 lulus. Karena kurang dua, malah sekolah dibubarin. Semakin dibuat transisi, semakin terancam dikucilkan (sepakbola kita). Itu rampok namanya,” pungkasnya. (feb)

(Visited 10 times, 1 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*