Paska Kerusuhan, Mesir Larang Sepakbola

Kerusuhan Sepakbola MesirBeritaPrima, Kairo – Pemerintah Mesir pada Senin lalu (09/02/2015) membuat keputusan bahwa semua kegiatan sepakbola dilarang berlangsung paska kerusuhan yang menewaskan 19 orang. Kerusuhan ini melibatkan para pendukung klub bentrok dengan polisi diluar Stadion di Kairo sehari sebelumnya (08/02/2015).

Kerusuhan ini terjadi pada pertandingan Zamalek melawan rival sekota ENPPI yang berakhir imbang 1-1. Saat itu para pendukung Zamalek mencoba memkasa masuk ke Stadion, hal ini berakibat sejumlah fan terinjak-injak. Melihat hal ini, polisi yang berjaga melepaskan gas air mata ke kerumunan fan yang chaos.

Federasi Sepakbola Mesir dalam website mereka menyatakan bahwa seluruh semua kegiatan sepakbola di semua level liga dihentikan. Ini sebagai ungkapan duka atas tragedi yang menyebabkan belasan nyawa melayang dalam pertandingan sepakbola.

Penghentian kegiatan sepakbola ini juga berdampak pada penundaan perkenalan pelatih baru Zamalek yang mendatangkan pelatih asal Portugal Jesualdo Ferreira. Pelatih asal Portugal ini memilik karir yang lumayan, tercatat Jesualdo pernah membesut klub-klub tangguh asal Portugal seperti Benfica, Sporting Lisbon dan FC Porto. Rencananya pelatih baru Zamalek tersebut akan diperkenalkan hari senin tepat saat pemerintah Mesir memtuskan melarang semua aktivitas sepakbola.

Peristiwa serupa juga pernah terjadi di Mesir pada tahun 2012. Saat itu lebih parah lagi, total 72 nyawa melayang dalam insiden bermotif politik di Port Said. Sejak saat itu sebenanrnya pemerintah mencoba membatasi jumlah penonton yang bisa datang ke pertandingan. Namun, fans sepakbola di Mesir selalu berusaha memaksakan diri melawan aturan ini.

(Muhammad Robbani)

(Visited 33 times, 1 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*