Terpilih Jadi Ketum PSSI, La Nyalla Tak Gubris Pembekuan Dari Menpora

Ketua Umum PSSI yang terpilih dalam KLB PSSI, La Nyalla Mattaliti.
BeritaPrima, Surabaya - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memiliki ketua umum baru untuk periode 2015–2019. La Nyalla Mahmud Mataliti terpilih secara mutlak sebagai ketum usai mayoritas dari 106 pemilik hak suara melakukan voting di arena Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI.
Pria berusia 55 tahun itu meraih 92 suara, mengungguli Syarif Bastaman yang hanya mendapat 14 suara. Sementara tiga calon lainnya yakni Bernhard Limbong, H Subardi, dan Muhammad Zein tak meraih suara sama sekali.
Awalnya ada sembilan orang yang mencalonkan diri, namun empat nama di antaranya mengundurkan diri. Mereka adalah Djohar Arifin Husin, Sarman, Joko Driyono, dan Achsanul Qosasih. Selanjutnya bakal dipilih dua wakil ketua umum dan 12 anggota Komite Eksekutif guna melengkapi kepengurusan baru PSSI. Saat ini proses voting atau pemungutan suara masih berlangsung.
Setelah La Nyalla terpilih, kali ini Erwin Dwi Budiawan dan Hinca Pandjaitan dipilih sebagai Wakil Ketua umum (Waketum) usai 105 voters menggunakan hak suaranya di Kongres Luar Biasa (KLB) di Surabaya, Sabtu, (18/4/2015).
Setiap voters memiliki kesempatan untuk memilih dua calon Waketum. Erwin mampu meraup 92 suara diikuti Hinca dengan 88. Bisa dibilang kemenangan keduanya cukup mutlak, mengingat pesaing terdekat mereka ialah Syarif Bastaman dengan delapan suara.
Tentu dengan terpilihnya satu Ketum dan Waketum, saat ini tinggal dicari 12 anggota Komite Eksekutif untuk melengkapi kepengurusan PSSI baru. Hingga saat ini, proses penghitungan Komite Eksekutif masih berlangsung.
Dengan terpilihnya kepengurusan PSSI baru, diharapkan prestasi sepakbola Indonesia bisa membaik. Apalagi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) baru saja membekukan PSSI usai mengeluarkan surat bernomor 0137 tahun 2015.
Nantinya, kepengurusan baru diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang akhir-akhir ini melibatkan PSSI dengan pemerintah lewat Kemenpora. Diharapkan, PSSI dan Menpora bisa bersinergi dan bersama-sama membangun sepakbola Indonesia.
Menanggapi hal ini, La Nyalla tak mau terpengaruh dengan sanksi pembekuan yang dilayangkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).
Menurut dia, PSSI akan terus berjalan sebagaimana mestinya dan tidak menggubris surat yang dilayangkan Menpora. Sebagaimana diketahui, dalam surat bernomor 0137 tahun 2015, Menpora menganggap PSSI telah mengabaikan tiga surat peringatan yang disampaikan sebelumnya.
“Jalan terus karena PSSI punya badan hukum sendiri. Jalankan tugas dulu, baru nanti lihat ke depannya bagaimana,” jelas La Nyalla kepada awak media, Sabtu (18/4/2015).
Praktis dengan keluarnya surat tersebut bisa dipastikan segala kegiatan yang dilakukan PSSI tidak diakui Menpora. Nantinya, Tim Nasional U-23 Indonesia yang tengah bersiap menghadapi SEA Games akan diawasi langsung oleh KONI dan KOI. (feb)

