Tersangka Pengaturan Skor Persebaya-Borneo FC Dibebaskan
BeritaPrima, Surabaya - Setelah sempat ditahan, Johan Ibo yang diduga terlibat jaringan pengaturan skor di Liga Indonesia, telah dibebaskan oleh Polrestabes Surabaya. Johan dibebaskan karena dianggap belum cukup bukti.
Manajemen Pusamania Borneo FC sebagai pihak yang melaporkan kasus ini kecewa dengan kepolisian yang begitu saja melepaskan Johan Ibo. Termasuk respon lambat dari pengurus Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam menindaklanjuti permasalahan ini.
Sebelumnya, Johan Ibo ditangkap oleh pihak manajemen Pusamania yang bekerjasama dengan kepolisian, Selasa (7/4/2015) malam, di Surabaya. Ibo juga menuturkan bahwa ia akan mengungkapkan bahawa pria berinisial ‘H” merupakan dalang kasus tersebut hingga membuat dirinya tertangkap. Mantan pemain Persebaya dan Arema pada kompetisi Indonesia Premier League (IPL) itu kemudian sempat dimintai keterangan di kantor polisi terkait keterlibatannya dalam jaringan mafia pengaturan skor sepakbola nasional.
Namun Johan Ibo akhirnya dibebaskan Kamis pagi (9/4/2015) pukul 09:00 WIB. Alasannya polisi tidak memiliki bukti yang cukup kuat untuk menjerat Ibo dalam kasus penyuapan. Di tempat lain, pelatih Pusamania, Dandri Danuri terkejut dengan bebasnya Johan Ibo. Ia kecewa akan tindakan yang diambil PSSI selaku lembaga tertinggi Indonesia yang tidak bisa menindaklanjuti tertangkapnya Ibo. “Yang jelas itu bukti mati suri hukum sepakbola Indonesia. Sudah kacau negara ini. Sudah sangat kacau,” terangnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, PSSI seharusnya melakukan proses lebih lanjut untuk mendalami mafia pengaturan skor yang saat ini merupakan musuh utama bersama dalam Sepakbola. “Jangan hanya seperti ini. Kalau ada kejadian seperti ini lagi dan dibiarkan saja, akan terus terjadi kaya gini,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Johan Ibo beserta rekannya berusaha menjebak pemain Borneo FC untuk mengalah dari Persebaya dalam lanjutan QNB League. Namun, langkah ini berhasil dicegah dengan menangkap mantan pemain nasional di restoran cepat saji.
(Ichsan Husyaifi)


