Tim Transisi Segera Temui FIFA Pekan Depan

Mantan Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto

Ketua Tim Transisi Bibit Samad Rianto

 

BeritaPrima, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga menugaskan Tim Transisi, lembaga pengganti Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), untuk menemui induk organisasi sepak bola dunia atau Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Agenda tim adalah membahas kelanjutan kompetisi sepak bola yang sedang dihentikan. “Tim Transisi akan berkomunikasi dengan FIFA secara langsung paling lambat minggu depan,” kata Gatot S. Dewa Broto, juru bicara Kementerian Pemuda dan Olahraga, di Jakarta, Jumat (15/5/2015).

Tim Transisi dipimpin oleh Bibit Samad Rianto, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Tim ini dibentuk setelah Kementerian Olahraga membekukan PSSI lantaran mengabaikan rekomendasi Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI). Sikap abai itu ditunjukkan dengan tetap memainkan Persebaya Surabaya dan Arema Cronus dalam Liga Indonesia. Dua klub ini tidak direkomendasikan mengikuti kompetisi Liga Bank Nasional Qatar karena dinilai tidak memenuhi syarat.

Keberadaan dan fungsi Tim Transisi sempat menjadi polemik di kalangan pencinta bola, sebab statusnya yang tidak di bawah naungan FIFA, seperti halnya PSSI. Banyak yang mengkhawatirkan tersandung legalitas kompetisi. Sejumlah klub menyatakan menolak bergabung dalam kompetisi yang digelar tim tersebut. “Kalau kompetisi berjalan, otomatis tidak diakui FIFA,” kata Sumirlan, Direktur Teknik PSM Makassar.

Kementerian Pemuda dan Olahraga optimistis FIFA tak akan gegabah mengambil sikap terhadap status Tim Transisi. Mereka berharap pertemuan kedua belah pihak mendapatkan titik temu. Apalagi, kata Gatot, sejumlah rencana kebijakan Tim Transisi sudah dibuat demi mengembalikan profesionalitas kompetisi sepak bola di Indonesia.

Rencana itu, ujar Gatot, mulai dari mempersiapkan Piala Kemerdekaan yang dimulai awal bulan Juni 2015, kelanjutan kompetisi Liga Indonesia, serta mengatur hak siar televisi. “Tim Transisi akan memastikan proses yang transparan dan melibatkan publik dalam kelanjutan kompetisi sepak bola,” ucapnya.

(Aditya Sanjaya)

(Visited 33 times, 1 visits today)
Kategori: Bola

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*